Transformasi EdTech: Dari Papan Tulis ke Pembelajaran Berbasis Gemini dan ChatGPT.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 9 Nopember 2025 - Inovasi teknologi pendidikan (EdTech) telah mengalami evolusi drastis, berpindah dari metode tradisional seperti papan tulis menuju paradigma baru yang didominasi kecerdasan buatan (AI). Transformasi ini menandai pergeseran fundamental dalam peran guru, dari penyampai informasi menjadi fasilitator yang didukung teknologi. Model bahasa besar (LLM) seperti Gemini dan ChatGPT adalah inti dari revolusi ini, menawarkan alat untuk personalisasi, otomatisasi, dan penciptaan konten yang sebelumnya mustahil dilakukan. Transisi ini bukan hanya tentang alat baru, melainkan tentang rekonseptualisasi seluruh proses belajar mengajar.
Papan tulis tradisional mewakili metode pengajaran yang seragam dan satu arah, di mana guru adalah satu-satunya sumber pengetahuan. Kedatangan ChatGPT dan Gemini telah mendemokratisasi akses ke informasi, menjadikan AI sebagai co-pilot bagi guru dalam desain instruksional. Guru kini dapat menggunakan ChatGPT untuk membuat ringkasan materi, template kuis, atau skrip komunikasi orang tua secara instan. Waktu yang dihemat dari tugas persiapan ini dapat dialokasikan untuk interaksi yang lebih personal dan mendalam dengan siswa. Peran guru bergeser dari penyaji konten menjadi kurator dan perancang pengalaman belajar.
Gemini membawa dimensi baru dalam transformasi ini melalui kemampuan multimodalnya yang jauh melampaui teks. Jika papan tulis hanya memungkinkan gambar statis sederhana, Gemini dapat membantu guru menganalisis data, diagram, atau video yang diunggah, dan menghasilkan insight atau deskripsi yang relevan. Output ini dapat diintegrasikan langsung ke dalam materi ajar digital, menciptakan pengalaman belajar yang kaya media dan visual. Kemampuan untuk bekerja dengan berbagai jenis data ini memungkinkan guru untuk memberikan contoh dan studi kasus real-world yang jauh lebih kompleks dan menarik.
Transformasi ke pembelajaran berbasis AI juga mendorong personalisasi skala besar yang tidak mungkin dicapai oleh papan tulis. Dengan menganalisis kinerja siswa, Gemini dapat memprediksi risiko kegagalan, memungkinkan guru melakukan intervensi proaktif. ChatGPT kemudian dapat digunakan untuk membuat mini-modul remedial atau pengayaan yang sangat ditargetkan untuk kebutuhan individu siswa. Pengajaran beralih dari model "satu ukuran untuk semua" menjadi model "satu ukuran untuk setiap siswa." Diferensiasi yang didorong oleh data menjadi lebih mudah diimplementasikan dan diskalakan.
Aspek efisiensi adalah pendorong utama transformasi ini, terutama dalam tugas administratif dan penilaian. Guru dapat menggunakan ChatGPT untuk membuat draf rubrik penilaian atau kebijakan kelas, dan menggunakan Gemini untuk menganalisis data log siswa di LMS. Otomasi tugas-tugas administratif ini mengurangi beban kerja guru secara signifikan, mengatasi masalah burnout yang umum. Pengurangan waktu yang dihabiskan untuk tugas non-pedagogis memungkinkan guru untuk fokus kembali pada esensi profesi mereka: bimbingan dan mentoring siswa.
Meskipun demikian, transisi ini juga menghadapi tantangan etika dan infrastruktur yang harus diatasi. Sekolah harus mengembangkan pedoman yang jelas tentang integritas akademik dan pencegahan plagiarisme AI, yang tidak ada di era papan tulis. Selain itu, diperlukan pelatihan komprehensif (literasi AI) bagi guru agar mereka dapat menggunakan Gemini dan ChatGPT secara bertanggung jawab dan efektif. Inovasi teknologi harus selalu diimbangi dengan kerangka etika yang kuat dan investasi pada pengembangan profesional guru.
Transformasi EdTech ini mengubah ruang kelas dari tempat konsumsi informasi pasif menjadi pusat kreasi dan kolaborasi aktif. Siswa kini dapat menggunakan AI sebagai mitra brainstorming dan alat bantu penelitian untuk menghasilkan output proyek yang lebih canggih. Guru memfasilitasi penggunaan AI yang bertanggung jawab, membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan yang lebih baik kepada AI. Proses ini mengajarkan siswa keterampilan penting abad ke-21: bekerja secara efektif dengan mesin cerdas.
Secara keseluruhan, perpindahan dari papan tulis ke pembelajaran berbasis Gemini dan ChatGPT adalah revolusi yang mendefinisikan ulang pengajaran. Kedua AI menyediakan kemampuan untuk personalisasi konten (ChatGPT), analisis multimodal (Gemini), dan otomatisasi administrasi. Transformasi ini memberdayakan guru, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menciptakan model pendidikan yang lebih adaptif, efisien, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Guru harus merangkul peran baru mereka sebagai arsitek pembelajaran digital. Menguasai alat AI ini adalah langkah esensial untuk memastikan bahwa pendidikan terus relevan dan efektif. Masa depan EdTech tidak lagi terikat pada batasan fisik, melainkan pada potensi tak terbatas dari kecerdasan buatan.
Transisi ini adalah investasi pada efisiensi pedagogis dan kualitas hasil belajar siswa. Penerapan Gemini dan ChatGPT secara strategis akan memastikan bahwa pendidikan tinggi dan menengah tetap berada di garis depan inovasi.