Microlearning: Menyusun Unit Pelajaran Singkat dengan ChatGPT untuk Distribusi Harian.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 9 Nopember 2025 - Prinsip microlearning berfokus pada penyampaian konten edukasi dalam potongan-potongan kecil yang terfokus dan mudah dicerna, ideal untuk mempertahankan perhatian siswa di era digital. ChatGPT adalah alat yang sempurna untuk menyusun unit pelajaran singkat ini, memastikan setiap unit tidak hanya ringkas tetapi juga terstruktur secara pedagogis untuk distribusi harian. Otomatisasi penyusunan konten oleh AI ini memungkinkan guru untuk menyediakan aliran materi yang konsisten, menjaga engagement siswa, dan memperkuat retensi informasi.
Arsitektur Unit Pelajaran Microlearning
Guru dapat menginstruksikan ChatGPT untuk memecah bab atau topik pelajaran yang luas menjadi 7-10 unit harian yang sangat singkat. Setiap unit harus memiliki struktur yang ketat: (1) Tujuan tunggal yang jelas (1 kalimat). (2) Penjelasan inti (maksimal 3 kalimat). (3) Satu contoh yang relevan. (4) Satu pertanyaan refleksi atau quick quiz.
ChatGPT dapat menghasilkan seluruh script unit ini dalam format bullet points atau numbered list, yang sangat mudah disalin dan ditempel ke saluran distribusi seperti WA Web. Struktur yang konsisten ini membantu siswa memprediksi format pelajaran harian, mengurangi beban kognitif mereka.
Konten Ringkas dan Targeted (ChatGPT)
Kekuatan ChatGPT terletak pada kemampuannya untuk memadatkan informasi yang kompleks menjadi bahasa yang sederhana dan lugas. Guru dapat memberikan teks sumber yang panjang kepada ChatGPT dan meminta output yang diformulasikan untuk pelajar SMP atau SMA, memastikan tone dan kosakata yang sesuai. Ini penting agar microcontent tidak terasa terlalu berat.
Model ini juga sangat baik dalam membuat pertanyaan refleksi yang bersifat terbuka, yang memicu pemikiran kritis dalam format singkat. Guru dapat meminta ChatGPT membuat pertanyaan yang menghubungkan konsep unit hari itu dengan pengalaman siswa di kehidupan nyata, meningkatkan relevansi materi.
Penjadwalan dan Konsistensi Distribusi
Unit pelajaran yang disusun ChatGPT harus didistribusikan secara harian dan pada waktu yang konsisten. Konsistensi ini membangun kebiasaan belajar harian pada siswa. Guru dapat menggunakan ChatGPT untuk membuat jadwal distribusi yang terstruktur, mencakup pengumuman dan pengingat.
Meskipun WA Web adalah saluran distribusinya, Gemini dapat digunakan untuk menganalisis kinerja siswa (dari data kuis atau feedback yang dikumpulkan) dan memberikan feedback kepada guru. Gemini dapat menunjukkan unit microlearning mana yang paling sulit dipahami siswa.
Feedback Loop dan Personalisasi
Setiap unit microlearning harus menyertakan feedback loop yang cepat. Siswa dapat merespons pertanyaan refleksi harian melalui chat atau polling sederhana. ChatGPT dapat digunakan untuk membuat template respons balik instan, memastikan siswa merasa didengar dan termotivasi.
Jika siswa kesulitan dengan unit tertentu, guru dapat menggunakan ChatGPT untuk membuat unit microlearning remedial yang hanya berfokus pada sub-konsep yang salah. Personalisasi melalui microcontent ini memastikan intervensi terjadi secara tepat waktu dan efisien.
Keuntungan Pedagogis dan Efisiensi Guru
Model microlearning ini meningkatkan retensi memori karena informasi diberikan dalam porsi yang ideal untuk memori kerja otak. Pengulangan harian dengan fokus baru memperkuat pemahaman jangka panjang.
Bagi guru, penggunaan ChatGPT dalam menyusun unit harian mengurangi waktu persiapan harian secara drastis. Guru dapat fokus pada fasilitasi, mentoring, dan analisis mendalam, sementara AI menangani produksi konten dasar.
Penyusunan unit pelajaran microlearning harian yang diotomatisasi oleh ChatGPT adalah strategi EdTech yang cerdas dan efisien. ChatGPT memastikan konten ringkas, terstruktur, dan pedagogis, yang sangat efektif untuk engagement siswa. Model ini mendukung pembelajaran yang fleksibel, konsisten, dan terintegrasi penuh ke dalam rutinitas digital siswa.