Mengubah Peran Guru: Dari Pengajar ke Prompt Engineer (ChatGPT) dan Visual Editor (Canva/YouTube).
s2tp.fip.unesa.ac.id, 11 Nopember 2025 - Peran guru di era Kecerdasan Buatan (AI) mengalami pergeseran radikal dan tak terhindarkan. AI telah mengotomatisasi pekerjaan yang memakan waktu (seperti penulisan draf dan riset data dasar), memaksa guru untuk bertransformasi dari "Penyampai Materi" menjadi dua peran kunci yang bernilai lebih tinggi: Prompt Engineer dan Visual Editor. Pergeseran ini membebaskan guru dari pekerjaan low-level untuk fokus pada orkestrasi dan bimbingan siswa.
Peran pertama adalah Prompt Engineer (ChatGPT). Guru tidak lagi diukur dari pengetahuan yang mereka sampaikan, karena informasi tersebut dapat diakses oleh siswa melalui AI atau internet. Nilai baru guru terletak pada kualitas instruksi dan desain pembelajaran yang mereka berikan kepada AI. Guru harus menguasai Prompt Engineering untuk meminta ChatGPT menghasilkan aset instruksional yang spesifik, kontekstual, dan terstruktur.
Sebagai Prompt Engineer, guru harus mampu menciptakan gesekan kognitif yang diperlukan untuk pembelajaran. Ini berarti guru menggunakan prompt cerdas untuk meminta AI membuat soal yang menguji pemikiran kritis, counter-arguments untuk debat, atau skenario role-playing yang menantang pemikiran siswa. Guru fokus pada desain intervensi, bukan pada pengetikan draf.
Peran kedua adalah Visual Editor (Canva/YouTube). Konten pembelajaran modern harus visual dan menarik. Guru harus beralih dari membuat slide yang membosankan menjadi mengedit dan mengorkestrasi aset visual yang dinamis. Canva menjadi studio pengeditan utama. Guru menggunakan Canva untuk membingkai aset visual yang sudah ada (misalnya, screenshot dari sumber relevan), menambahkan anotasi kritis, dan memastikan Brand Consistency visual.
Desain Konten Low-Attention Span adalah inti dari Visual Editor. Guru harus mengedit aset visual mereka di Canva untuk memenuhi standar visual YouTube yang cepat (misalnya, transisi cepat, teks tebal). Guru merekam voice-over mereka (membaca naskah yang sudah dibuat ChatGPT) di atas slide Canva, mengubah presentasi statis menjadi video pembelajaran dinamis yang menarik perhatian.
YouTube berfungsi sebagai platform distribusi, tempat guru sebagai Visual Editor memastikan thumbnail yang mereka desain di Canva menarik perhatian (click-worthy) dan deskripsi video (yang ditulis ChatGPT) dioptimalkan SEO. Editor visual yang baik memastikan aset visual mereka menghasilkan engagement dan watch time yang tinggi.
Manajemen Alur Kerja yang Efisien adalah tujuan utama. Dengan mendelegasikan penulisan draf, riset data dasar, dan layout desain dasar kepada AI, guru menghemat waktu yang signifikan. Waktu yang dihemat ini kemudian diinvestasikan kembali pada tugas manusiawi: coaching individu, memberikan umpan balik yang empatik, dan mengelola dinamika sosial-emosional di kelas.
Kesimpulan
Transformasi peran guru menjadi Prompt Engineer dan Visual Editor adalah respons yang paling strategis terhadap era AI. ChatGPT menjadi mesin penulisan naskah, sementara Canva dan YouTube menjadi studio visual dan panggung distribusi. Nilai baru guru terletak pada kemampuan mereka mengorkestrasi kecerdasan AI untuk menciptakan materi ajar yang sangat efisien, menarik, dan relevan, membebaskan mereka untuk fokus pada bimbingan dan interaksi manusiawi.