Melampaui Teks: Peran AI dalam Pembelajaran Berbasis Video dan Media Visual.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 12 Nopember 2025 - Pembelajaran telah bergerak melampaui dominasi teks kaku. Generasi pembelajar saat ini adalah visual natives, yang menyerap informasi paling efektif melalui video, infografis, dan media dinamis. Revolusi ini menuntut Kecerdasan Buatan (AI) untuk bertransformasi dari sekadar generator teks menjadi arsitek multimodal yang mampu mengorkestrasi kreasi, pemrosesan, dan analisis aset visual.
Peran AI dimulai dengan Otomatisasi Kreasi Visual Berskala Besar. Alat Generatif seperti ChatGPT/Gemini menghasilkan naskah yang terstruktur dan spesifik, namun AI visual (Canva, Text-to-Image models) adalah yang menghidupkannya. Guru tidak lagi menggambar atau mencari stok foto; mereka menggunakan prompt untuk AI (misalnya, di Canva) untuk menghasilkan ilustrasi kustom yang unik, diagram yang bersih, atau grafik yang rumit dalam hitungan detik.
AI juga memainkan peran krusial dalam Transisi Teks-ke-Visual yang Mulus. Naskah yang dihasilkan AI (ChatGPT/Gemini) harus diterjemahkan menjadi slide atau scene video yang efektif. AI Canva (fitur Magic Design atau Text-to-Slide) secara otomatis mengambil poin-poin kunci dari naskah dan membuat draft tata letak visual yang profesional, memangkas waktu desain dari berjam-jam menjadi menit.
Peningkatan Kualitas Video dan Engagement adalah fungsi penting AI. Dalam produksi video YouTube, AI membantu memastikan Watch Time yang tinggi. AI dapat menganalisis naskah untuk mengidentifikasi titik drop-off potensial dan menyarankan penambahan cut-away visual yang dinamis (misalnya, klip micro-demonstration atau motion graphics) untuk memecah monoton narasi lisan.
Aksesibilitas Visual yang Inklusif ditingkatkan oleh AI. Video pembelajaran yang diunggah ke YouTube harus dapat diakses oleh siswa tunarungu. AI secara otomatis menghasilkan closed captions dan transkrip (yang dapat disederhanakan oleh AI untuk reading level tertentu), memastikan siswa mendapatkan informasi visual dan audio secara setara.
AI Multimodal (Gemini) merevolusi analisis pembelajaran. AI tidak hanya menganalisis teks esai siswa; ia dapat menganalisis output visual. Guru dapat memasukkan proyek Canva (misalnya, infografis atau diagram yang dibuat siswa) ke Gemini. AI menggunakan Computer Vision untuk menilai apakah visualisasi data tersebut akurat secara statistik, memiliki label yang benar, dan terstruktur secara logis.
Pengelolaan Aset Visual yang Efisien adalah manfaat lainnya. Guru dapat menggunakan AI untuk mengkurasi dan mengorganisir perpustakaan visual mereka. AI dapat secara otomatis memberi tag pada klip video atau gambar berdasarkan konsep, subjek, dan tingkat kelas, membuat aset-aset tersebut mudah ditemukan dan digunakan kembali.
Literasi Media Kritis ditingkatkan. AI membantu guru mengajarkan siswa untuk menganalisis dan mengkritik konten yang dipoles visual (Canva, ssstiktok). Siswa belajar membedah gaya desain yang digunakan untuk persuasi, mengajarkan mereka untuk melihat melampaui estetika.
Kesimpulan
AI telah mengubah EdTech menjadi pengalaman yang didominasi visual. Kekuatan AI bukan hanya pada kemampuannya menulis, tetapi pada kemampuannya untuk menciptakan, menyelaraskan, dan menganalisis aset visual—dari naskah (ChatGPT) hingga desain (Canva) dan distribusi (YouTube). AI berfungsi sebagai arsitek multimodal yang menjamin materi ajar tidak hanya informatif tetapi juga menarik secara visual, terukur, dan inklusif.