Belajar Kode dengan ChatGPT: Memanfaatkan AI untuk Pemrograman dan Debugging.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 12 Nopember 2025 - Pembelajaran dan praktik pemrograman secara tradisional menuntut waktu yang signifikan untuk memahami konsep, menulis sintaks, dan yang paling sulit, menemukan dan memperbaiki kesalahan (debugging). Kecerdasan Buatan (AI) Generatif seperti ChatGPT telah merevolusi proses ini, bertindak sebagai mitra coding 24/7 yang dapat mempercepat pemahaman, menghasilkan kode prototipe, dan secara instan membantu menemukan bug, sehingga mempercepat transisi siswa dari pemula menjadi developer yang mahir.
Peran utama ChatGPT dalam pembelajaran kode adalah sebagai Asisten Konseptual dan Sintaksis. Siswa tidak lagi menghabiskan waktu berjam-jam mencari syntax atau dokumentasi dasar. Mereka dapat bertanya langsung kepada AI, "Jelaskan konsep recursion dalam Python dengan contoh yang sederhana," atau "Tuliskan struktur dasar fungsi untuk membaca file JSON di JavaScript." AI menyediakan penjelasan yang ringkas dan fungsional, memotong waktu belajar yang membosankan.
ChatGPT sangat unggul dalam Membuat Kode Prototipe dan Snippet. Ini adalah penghemat waktu terbesar. Ketika siswa memahami logika suatu program tetapi kesulitan memulai, mereka dapat meminta AI: "Buatkan saya snippet kode Python yang dapat menyaring data dari list berdasarkan kondisi ganjil/genap." Siswa menggunakan kode ini sebagai fondasi, kemudian memodifikasi, dan mengintegrasikannya ke dalam proyek mereka, mempercepat fase building.
Fungsi yang paling bernilai bagi developer pemula adalah Debugging dan Deteksi Kesalahan. Debugging adalah fase yang paling membuat frustrasi dan memakan waktu dalam coding. Siswa dapat menempelkan (paste) potongan kode yang tidak berfungsi ke ChatGPT dengan prompt: "Kode ini mengalami error di baris 47. Mengapa? Dan bagaimana cara memperbaikinya?" AI dapat menganalisis syntax, logika, dan potensi kesalahan umum, memberikan saran perbaikan yang instan.
Dalam konteks akademik, ChatGPT dapat digunakan untuk Menciptakan Skenario Latihan yang Ditargetkan. Guru dapat meminta AI: "Buatkan 5 soal latihan pemrograman Python untuk siswa tingkat menengah yang menguji pemahaman conditional statements (pernyataan bersyarat) dan loops (perulangan)." Siswa dapat berlatih intensif pada area di mana mereka lemah.
Penting untuk mengajarkan Literasi AI Kritis dalam Coding. Siswa tidak boleh menyalin 100% kode yang dihasilkan ChatGPT. Tugas mereka adalah memverifikasi kode, memahami setiap baris, mengujinya, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan proyek spesifik mereka. Nilai siswa diukur dari transformasi dan pemahaman mereka terhadap kode, bukan hanya output AI.
Kesimpulan
ChatGPT berfungsi sebagai mitra coding dan debugging yang sangat efisien. AI mengotomatisasi pencarian syntax dan deteksi kesalahan, membebaskan siswa dari frustrasi teknis. Dengan menggunakan AI untuk pembuatan prototipe, klarifikasi konseptual, dan debugging instan, siswa dapat fokus pada penguasaan logika pemrograman dan pengembangan proyek yang lebih kompleks.