AI dalam Evaluasi Kepatuhan: Memeriksa Desain Canva Agar Sesuai dengan Standar EdTech Visual.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 11 Nopember 2025 - Kualitas visual materi ajar dalam Teknologi Pendidikan (EdTech) secara langsung memengaruhi kredibilitas dan keterlibatan siswa. Dalam institusi pendidikan, desain harus mematuhi standar ganda: Standar Merek (konsistensi visual institusi) dan Standar Pedagogis (aksesibilitas, keterbacaan, dan efektivitas ajar). Kecerdasan Buatan (AI) kini berfungsi sebagai Auditor Kepatuhan Visual yang secara otomatis dapat memeriksa desain Canva guru terhadap standar-standar ini.
Strategi ini dimulai dengan Mendefinisikan Standar Kepatuhan yang Dapat Diukur oleh AI. Guru atau tim administrasi perlu memasukkan parameter wajib ke dalam AI Generatif (Gemini/ChatGPT). Parameter ini meliputi: (1) Standar Merek: Kode warna HEX/RGB yang diizinkan, font institusional wajib, dan penempatan logo yang benar. (2) Standar Pedagogis: Rasio Kontras Teks-Latar Belakang (untuk aksesibilitas), Jumlah kata per slide (untuk low-attention span), dan Kejelasan Ikonografi.
Kemudian, AI melakukan Audit Konsistensi Merek Otomatis. Guru mengunggah link desain Canva mereka ke AI (atau menggunakan integrasi API). AI membandingkan setiap slide dengan Brand Kit yang telah ditetapkan. AI akan segera menandai kesalahan seperti: "Teks di slide 4 menggunakan font Arial, bukan font resmi Montserrat," atau "Warna latar belakang tidak sesuai dengan palet merek yang disetujui." Ini secara drastis mengurangi waktu quality control (QC) manual oleh supervisor.
Langkah penting berikutnya adalah Audit Kepatuhan Aksesibilitas Pedagogis. AI memindai desain yang diolah di Canva untuk menguji efektivitas visual pembelajaran. AI akan mengukur: (1) Rasio Kontras: Apakah teks cukup kontras terhadap latar belakang (misalnya, teks putih di latar kuning) agar dapat dibaca oleh siswa dengan gangguan penglihatan? (2) Kepadatan Kognitif: Apakah slide terlalu padat? AI dapat menghitung jumlah bullet points dan memperingatkan jika slide melebihi batas (misalnya, $>7$ poin per slide).
AI juga dapat digunakan untuk Menganalisis Kualitas Visualisasi Data. Jika desain Canva mencakup diagram atau grafik, AI memverifikasi apakah visualisasi tersebut jujur secara statistik dan mudah dipahami. Misalnya, AI akan mendeteksi jika sumbu Y grafik dipotong (truncated) secara menyesatkan, yang merupakan manipulasi visual yang tidak etis dalam EdTech.
Output dari AI adalah Laporan Umpan Balik Korektif Instan. Alih-alih hanya memberi skor gagal, AI (Gemini/ChatGPT) menghasilkan draf pesan feedback yang spesifik dan actionable untuk guru. Contoh Feedback: "Kesalahan di Slide 7: Pindahkan logo ke kanan bawah agar tidak menutupi headline. Saran warna: Ganti warna teks dari hijau muda menjadi biru tua (#0047AB) untuk meningkatkan kontras."
Mitigasi Risiko: Audit AI ini secara proaktif mengurangi risiko institusional. Materi ajar yang dikirim ke siswa (misalnya, melalui WA Web atau LMS) dijamin memenuhi standar profesional dan etika, melindungi kredibilitas institusi.
Kesimpulan
AI berfungsi sebagai Auditor Kepatuhan Visual 24/7 dalam proses desain Canva. Dengan mengotomatisasi pemeriksaan terhadap standar merek dan standar pedagogis (keterbacaan, kepadatan), AI memastikan bahwa setiap materi ajar yang diproduksi adalah profesional, akurat, dan dapat diakses. Ini membebaskan supervisor dan guru senior dari tugas QC manual dan menjamin konsistensi kualitas di seluruh materi EdTech sekolah.