WA Web sebagai Kelas Bertenaga AI: Mengintegrasikan Gemini dan ChatGPT untuk Diskusi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 3 Nopember 2025 - Model pembelajaran yang efektif di era digital memerlukan integrasi alat-alat yang sudah akrab dengan siswa. WhatsApp Web (WA Web) dapat diubah menjadi "Kelas Bertenaga AI" dengan mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) terkemuka, seperti Gemini dan ChatGPT, untuk memfasilitasi diskusi pendidikan yang kaya dan dinamis.
1. Integrasi AI: Membangun "Otak" Kelas Digital 🧠
Integrasi ini memanfaatkan kekuatan spesifik dari setiap model AI untuk tujuan pendidikan yang berbeda:
Gemini (Analisis & Sintesis): Karena Gemini sering terintegrasi dengan ekosistem Google dan mahir dalam reasoning (penalaran) dan multi-modality, Gemini ideal digunakan untuk riset cepat, sintesis materi ajar, dan analisis data.
ChatGPT (Kreasi Konten & Simulasi): Mahir dalam menghasilkan teks naratif, role-playing, dan brainstorming. ChatGPT ideal digunakan untuk membuat draf skenario diskusi, menulis studi kasus, dan menghasilkan soal latihan.
2. Alur Kerja Praktis: Memfasilitasi Diskusi di WA Web
Guru bertindak sebagai arsitek alur kerja, menggunakan AI untuk menyiapkan, menjalankan, dan menilai sesi diskusi.
A. Fase Persiapan (Pra-Diskusi)
Pembuatan Materi Pemicu (ChatGPT): Guru meminta ChatGPT untuk membuat studi kasus singkat (misalnya, dilema etika dalam bioteknologi) atau naskah debat dua sisi, disesuaikan dengan level siswa.
Riset Latar Belakang (Gemini): Guru menggunakan Gemini untuk merangkum data pendukung (statistik, tren ilmiah terbaru) yang relevan dengan studi kasus tersebut.
Pengemasan Instruksi (Gemini & WA Web): Guru menyusun instruksi diskusi yang jelas di WA Web. AI dapat digunakan untuk membuat 3 pertanyaan pemantik yang mendorong pemikiran kritis.
B. Fase Eksekusi (Diskusi Siswa)
Penyajian Kasus (WA Web): Guru mem-posting studi kasus dan pertanyaan pemantik ke grup WA Web.
Peran Siswa (Tutor Sebaya): Siswa berdiskusi, berargumen, dan berkolaborasi. Siswa didorong untuk menggunakan AI sebagai alat riset pribadi saat diskusi berlangsung—misalnya, menggunakan Gemini/ChatGPT untuk mencari definisi, memverifikasi fakta, atau meminta analogi untuk mendukung argumen mereka di grup.
Guru sebagai Fasilitator: Guru mengamati diskusi. Guru dapat menggunakan AI (Gemini) untuk menganalisis tren di tengah diskusi, mengidentifikasi titik miskonsepsi atau argumen yang lemah, dan mengirim pertanyaan tandingan untuk mengarahkan kembali fokus diskusi.
C. Fase Penilaian (Pasca-Diskusi)
Pengumpulan Data: Guru menyalin (copy) seluruh transkrip diskusi dari WA Web.
Analisis Formatif (Gemini): Guru menggunakan Gemini sebagai Learning Analytics Tool dengan prompt berikut: "Ini adalah transkrip diskusi kelas saya tentang [Topik]. Identifikasi 3 miskonsepsi utama yang paling sering muncul dan buatkan 5 bullet points kesimpulan yang harus diklarifikasi."
Klarifikasi (WA Web): Guru mem-posting kesimpulan dan klarifikasi (hasil analisis Gemini) kembali ke grup WA Web, menutup lingkaran pembelajaran.
Kesimpulan
Mengintegrasikan Gemini dan ChatGPT ke dalam WA Web menciptakan "Kelas Bertenaga AI" yang sangat adaptif. ChatGPT mengotomatisasi produksi aset edukasi (studi kasus, soal), sementara Gemini mengotomatisasi proses kognitif berat seperti analisis data diskusi dan sintesis materi. WA Web menjadi antarmuka yang cair dan familiar yang memungkinkan guru beralih dari peran penyampai materi menjadi arsitek pembelajaran yang efisien dan data-driven.