Visualisasi Data EdTech: Menggunakan AI di Canva untuk Menganalisis Konten Snaptik dan Membuat Infografis.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 6 Nopember 2025 - Visualisasi Data dalam Teknologi Pendidikan (EdTech) adalah kunci untuk mengubah data yang membosankan menjadi wawasan yang mudah dicerna. Tren video pendek (diunduh via Snaptik) sering mengandung data visual mentah (misalnya, grafik cepat, angka statistik yang disebutkan dalam narasi). Canva, dengan alat desain intuitifnya dan fitur Kecerdasan Buatan (AI) yang berkembang, memungkinkan guru untuk menganalisis dan menyempurnakan data dari konten viral menjadi Infografis yang terstruktur dan bermakna.
1. Fase Akuisisi Data dan Analisis Awal (AI Eksternal)
Sebelum masuk ke Canva, data harus diekstrak dan diverifikasi.
Ekstraksi Narasi (AI Transkripsi): Guru mengunduh video pendek (dari Snaptik) yang mengandung klaim data atau statistik. Video tersebut diumpankan ke AI (Gemini atau alat Speech-to-Text) untuk mendapatkan transkripsi narasi.
Filter Data Kritis: Guru menggunakan AI untuk memfilter transkripsi dan hanya mengekstrak angka, persentase, atau data kuantitatif yang relevan.
Verifikasi Data (Gemini/Opsional): Guru memverifikasi keakuratan data yang diekstrak AI tersebut dengan sumber resmi (misalnya, statistik pemerintah, jurnal ilmiah).
2. Canva: Mesin Visualisasi Data Cerdas (AI Desain)
Canva adalah studio yang mengambil data (angka dan teks) dan mengubahnya menjadi Infografis yang menarik.
Input Data ke Diagram: Guru memasukkan data mentah (angka yang sudah diverifikasi) langsung ke fitur Chart (Diagram) di Canva. Canva secara otomatis merender data tersebut menjadi diagram batang, diagram lingkaran, atau grafik garis.
Desain Berbasis Tren Snaptik: Infografis didesain menggunakan estetika yang familiar bagi siswa:
Ikonografi & Ilustrasi: Guru menggunakan AI Canva ("Magic Media" atau pustaka ikon) untuk menyisipkan ikon dan ilustrasi yang secara visual menjelaskan data (misalnya, menggunakan ikon uang untuk statistik ekonomi).
Visualisasi Data Cepat: Menggunakan font yang tebal, kontras tinggi, dan tata letak yang minimalis untuk memastikan Infografis mudah dibaca di ponsel.
Transformasi Narasi menjadi Visual: Guru mengambil "3 poin kunci" naratif dari AI dan mengubahnya menjadi headline atau caption dalam Infografis.
3. Otomatisasi Kreasi Aset Pendukung
Canva mengotomatisasi pembuatan aset yang terkait dengan Infografis.
Daur Ulang Visual: Infografis yang dibuat dapat secara otomatis diubah ukurannya (melalui fitur Magic Resize) menjadi template untuk Instagram Story atau Slide Deck presentasi, memperluas jangkauan materi ajar.
Pembuatan Worksheet Analisis: Infografis yang sudah jadi disisipkan ke worksheet di Canva, dengan soal analisis (dibuat oleh ChatGPT/Gemini) ditempatkan di bawahnya.
4. Distribusi dan Aktivasi Diskusi (WA Web)
*Infografis diunduh sebagai JPEG ringan dan dibagikan melalui WhatsApp Web.
Aktivasi Diskusi: Guru mengajukan pertanyaan analisis kritis di WA Web. Contoh: "Lihat Infografis yang baru saya kirimkan. Data mana yang paling mengejutkan? Berikan 1 interpretasi Anda di grup."
Kesimpulan
Canva adalah alat yang sangat diperlukan untuk Visualisasi Data EdTech. Ia mengubah konten visual mentah (dari Snaptik) dan data naratif (dari AI Transkripsi) menjadi Infografis yang terstruktur dan konsisten secara visual. AI di Canva mendukung proses ini dengan menyediakan alat desain instan dan kemampuan data-to-diagram. Proses ini memberdayakan guru untuk menyajikan wawasan berbasis data yang kompleks dengan cara yang mudah diakses dan menarik bagi siswa.