Video Pembelajaran Vertikal: Mengedit Format Video Snaptik/ssstiktok Agar Sesuai dengan Desain Canva.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 11 Nopember 2025 - untuk Teknologi Pendidikan (EdTech) menuntut penguasaan pengeditan dan desain. Strategi ini berfokus pada penggunaan aset video mentah (yang diunduh dari ssstiktok/Snaptik) dan Canva sebagai tool utama untuk menyesuaikan rasio aspek dan menambahkan elemen desain yang profesional.
Tantangan teknis utama adalah penyesuaian rasio aspek. Video yang diunduh (misalnya, dari TikTok) biasanya sudah dalam rasio vertikal ($9:16$). Namun, ketika video tersebut diimpor ke proyek desain di Canva, penting untuk memastikan bahwa semua elemen interface dan branding yang akan ditambahkan sesuai dengan bingkai visual tersebut. Kegagalan dalam adaptasi rasio ini akan menyebabkan klip terlihat terpotong atau dikelilingi oleh ruang kosong yang tidak perlu.
Proses dimulai dengan Akuisisi dan Analisis Visual. Guru mengunduh klip video pendek melalui ssstiktok/Snaptik yang relevan. Klip ini berfungsi sebagai demonstrasi visual yang dinamis. Guru kemudian menggunakan Canva untuk membuat kanvas baru dengan rasio aspek $9:16$ (yang merupakan standar untuk YouTube Shorts atau Instagram Reels). Klip video yang diunduh diimpor ke dalam proyek ini.
Pengeditan dan Penyesuaian Rasio di Canva adalah langkah krusial. Guru menyesuaikan ukuran klip di Canva agar mengisi seluruh bingkai vertikal. Alat potong (trim tool) digunakan untuk memastikan hanya momen visual yang paling bernilai edukatif yang tersisa, menghilangkan jeda atau bagian yang tidak penting. Peran AI Canva dapat membantu dengan fitur Background Remover pada subjek video, memungkinkan subjek ditempatkan di atas latar belakang yang konsisten dengan Brand Kit guru.
Selanjutnya adalah Injeksi Teks dan Desain Low-Attention Span. Konten vertikal harus padat informasi. Guru menggunakan Canva untuk menambahkan teks overlay yang ringkas, tebal, dan memiliki kontras tinggi. Teks ini harus berganti setiap $1$ hingga $2$ detik untuk menjaga perhatian siswa, meniru ritme cepat media sosial. Penggunaan font (dari Brand Kit) dan warna yang konsisten sangat penting untuk profesionalisme.
Pembingkaian Pedagogis dilakukan dengan elemen visual di Canva. Guru menambahkan lower thirds untuk menampilkan label istilah teknis, atau menyisipkan ikon dan elemen grafis yang secara visual mengilustrasikan poin-poin yang disebutkan dalam narasi klip (narasi yang dibuat oleh AI eksternal, seperti ChatGPT). Pembingkaian ini mengubah klip mentah menjadi aset instruksional.
Optimalisasi Area Aman (Safe Zones) sangat penting untuk video vertikal. Guru harus menyadari bahwa YouTube Shorts dan TikTok memiliki User Interface (UI) yang menutupi bagian atas (judul) dan bawah (tombol like, comment). Canva digunakan untuk memastikan semua teks dan elemen kritis ditempatkan di pusat layar untuk menghindari tumpang tindih dengan UI platform.
Langkah terakhir adalah Produksi dan Diseminasi. Setelah pengeditan di Canva selesai, video diekspor dalam format MP4 vertikal. Video ini siap diunggah sebagai YouTube Shorts. Guru juga dapat membagikan video ini melalui grup WhatsApp Web (WA Web) sebagai micro-learning snippet yang mudah dicerna.
Strategi ini menunjukkan bagaimana Canva bertindak sebagai studio editing dan desain yang mengintegrasikan klip visual dinamis dari sumber viral. Guru dapat secara efisien menghasilkan konten EdTech yang selaras dengan preferensi konsumsi visual siswa saat ini, menjembatani dunia formal pendidikan dengan media informal.
Kesimpulan
Mengedit video pembelajaran vertikal memerlukan penguasaan adaptasi rasio aspek dan ritme visual. Canva menyediakan alat desain dan pengeditan yang intuitif untuk menyesuaikan klip ssstiktok/Snaptik ke format $9:16$ dan menambahkan elemen profesional (lower thirds, teks dinamis). Proses ini memungkinkan guru untuk menghasilkan konten EdTech yang menarik perhatian, efisien, dan sesuai dengan literasi visual siswa saat ini.