Tugas Siswa di Era AI: Riset (YouTube), Penulisan (ChatGPT), Presentasi (Canva), dan Pengumpulan (Gmail).
s2tp.fip.unesa.ac.id, 9 Nopember 2025 - Pemberian tugas siswa di era digital mengalami pergeseran mendasar. Model "riset-tulis-kumpul" yang tradisional kini diakselerasi dan ditingkatkan oleh toolkit Kecerdasan Buatan (AI). Peran guru bergeser dari "pemberi tugas" menjadi "fasilitator proses" yang menilai integritas dan orkestrasi alat oleh siswa.
Alur kerja ini mengintegrasikan YouTube (untuk riset visual), ChatGPT (untuk penulisan draf), Canva (untuk presentasi visual), dan Gmail (untuk pengumpulan formal).
1. Riset Konseptual (YouTube)
Riset dimulai dengan pemahaman konsep, bukan menghafal teks. YouTube berfungsi sebagai "perpustakaan riset visual" siswa.
Aksi Siswa: Siswa menggunakan YouTube untuk mencari video penjelasan, demonstrasi, dan studi kasus visual yang relevan dengan topik tugas. Ini adalah fase di mana siswa membangun pemahaman konseptual.
Peran Guru: Guru melatih siswa untuk membedakan antara video yang kredibel (universitas, thought leader terverifikasi) dan video yang menyesatkan (misinformation).
2. Penulisan Draf (ChatGPT)
Setelah riset visual, siswa menghadapi tantangan penulisan. ChatGPT adalah asisten penulis yang etis.
Penggunaan Etis (Alat Bantu): Siswa dilarang menggunakan ChatGPT untuk menghasilkan seluruh esai. Sebaliknya, mereka menggunakan AI untuk tugas kognitif spesifik:
Sintesis: Mengubah catatan (dari riset YouTube) menjadi kerangka (outline) esai yang logis.
Perbaikan Mekanis: Memeriksa dan memperbaiki tata bahasa, ejaan, dan struktur kalimat pada draf yang sudah ditulis sendiri oleh siswa.
Penguatan Argumen: Meminta AI untuk memberikan counter-arguments (argumen tandingan) untuk memperkuat tesis mereka.
Tantangan Guru: Guru harus mendesain tugas yang membutuhkan refleksi pribadi atau data unik yang tidak dapat diakses AI (misalnya, wawancara lokal), memaksa siswa untuk melakukan sintesis manusiawi.
3. Presentasi (Canva)
Tugas dinilai tidak hanya berdasarkan isi, tetapi juga berdasarkan kemampuan komunikasi dan visualisasi.
Visualisasi Profesional: Siswa menggunakan Canva (dengan fitur AI-nya) untuk mengubah laporan teks (dari ChatGPT) menjadi aset visual yang menarik dan profesional.
Desain Aset Multimedia: Canva digunakan untuk membuat:
Slide Deck: Presentasi yang ringkas dan didominasi visual.
Infografis: Mengubah data atau statistik yang ditemukan di YouTube menjadi visual yang mudah dicerna.
Fungsi: Aset ini disajikan (sebagai deck presentasi di depan kelas atau sebagai video di YouTube) untuk mendemonstrasikan penguasaan materi.
4. Pengumpulan Tugas (Gmail)
Gmail berfungsi sebagai saluran transmisi profesional untuk paket tugas.
Pengemasan Aset: Siswa mengirimkan "Paket Tugas": (1) Resume singkat atau cover letter (draf dibantu ChatGPT), (2) Link ke Presentasi Canva, dan (3) Link ke Video YouTube (jika tugasnya adalah video).
Komunikasi Profesional: Siswa menggunakan Gmail untuk melatih keterampilan komunikasi profesional (menulis email yang sopan, subjek yang jelas, dan call-to-action yang jelas).
Kesimpulan
Alur kerja Tugas Siswa di Era AI ini mengubah proses belajar dari hafalan menjadi produksi aset digital. YouTube menyediakan riset visual. ChatGPT adalah asisten penulisan etis. Canva adalah studio desain untuk visualisasi profesional. Dan Gmail adalah saluran transmisi formal. Guru yang efektif adalah mereka yang menilai proses, mengukur seberapa kritis siswa menggunakan AI, dan menuntut nilai tambah dari sintesis pemikiran manusiawi.