Tugas Interaktif: Menggabungkan Umpan Balik ChatGPT dengan Media Visual yang Dibuat di Canva.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 13 Nopember 2025 - Pembelajaran modern menuntut tugas yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi visual dan revisi mandiri. Strategi "Tugas Interaktif" yang cerdas menggabungkan kekuatan produksi visual Canva dengan umpan balik kognitif instan dari ChatGPT, menciptakan siklus revisi yang mulus dan adaptif. Ini mengubah umpan balik dari sekadar koreksi menjadi interaksi yang mendorong siswa untuk meningkatkan kualitas output mereka.
Alur kerja dimulai ketika siswa membuat draf awal proyek visual mereka, seperti infografis atau presentasi, di Canva. Siswa memilih elemen kunci yang perlu diperiksa—biasanya narasi utama, headline, atau kesimpulan—dan mengekstraksi teks tersebut dari Canva. Teks inilah yang kemudian menjadi input diagnostik untuk Kecerdasan Buatan (AI).
ChatGPT berfungsi sebagai Auditor Kognitif yang instan. Siswa menempelkan teks yang diekstrak dan memberi prompt AI untuk menganalisisnya. ChatGPT memberikan kritik pada berbagai tingkatan: (1) Linguistik: Memperbaiki tata bahasa dan ejaan. (2) Struktur: Menyarankan peningkatan pada alur argumen dan koherensi. (3) Kekuatan Pesan: Mengidentifikasi kalimat yang terlalu pasif atau headline yang kurang menarik.
Titik interaktif paling krusial dalam alur kerja ini adalah fase Revisi Visual. Siswa menerima umpan balik yang bersifat tekstual dari ChatGPT, tetapi mereka harus mengaplikasikan perbaikan tersebut secara visual di Canva. Misalnya, jika ChatGPT menyarankan, "Paragraf ini terlalu panjang dan ambigu," siswa harus merespons dengan merancang ulang slide tersebut, mengubah paragraf menjadi $3$ bullet points visual, dan menggunakan ikon yang sesuai di Canva. .
Proses ini sangat melatih Keterampilan Sintesis dan Komunikasi Visual. Siswa belajar bagaimana mengambil narasi yang kompleks dan kaku (yang dikritik oleh AI) dan mengubahnya menjadi visual yang ringkas dan kuat, yang merupakan keahlian fundamental di era media sosial. Mereka belajar bahwa kurang adalah lebih dalam komunikasi visual.
Efisiensi yang diperoleh sangat besar. Siswa dapat mengulangi siklus ini berkali-kali—menulis, menerima kritik instan, dan merevisi—dalam waktu yang dibutuhkan guru untuk menilai satu tugas secara manual. Akselerasi siklus revisi ini meningkatkan learning curve siswa dan kualitas output akhir.
Peran Guru Bergeser ke Auditor Proses. Guru tidak perlu mengoreksi typo atau tata bahasa dasar (itu tugas ChatGPT). Guru fokus pada penilaian seberapa baik siswa merespons kritik AI, seberapa dalam modifikasi visual yang mereka buat di Canva, dan apakah integritas akademik proyek tetap terjaga.
Transparansi juga menjadi bagian dari tugas interaktif. Siswa diwajibkan menyertakan log prompt dan feedback yang mereka terima dari ChatGPT. Hal ini menunjukkan alur kerja dan pemikiran metakognitif mereka, memastikan prosesnya etis dan terbuka.
Kesimpulan
Menggabungkan umpan balik ChatGPT dengan desain Canva menciptakan model tugas interaktif yang efisien dan multimodal. AI berfungsi sebagai auditor kognitif yang memberikan umpan balik yang terstruktur, sementara Canva adalah platform visual tempat siswa menerapkan koreksi secara kreatif. Alur kerja ini secara signifikan mempercepat siklus revisi, melatih siswa dalam sintesis, dan mendorong komunikasi visual yang profesional.