Tugas Infographic Challenge: Mendorong Siswa Merangkum Pelajaran dengan Canva dan AI.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 15 Nopember 2025 - Tugas Infographic Challenge adalah strategi Teknologi Pendidikan (EdTech) yang efektif untuk menguji dua keterampilan kognitif tingkat tinggi secara bersamaan: sintesis informasi dan komunikasi visual. Infografis menuntut siswa untuk mengambil materi pelajaran yang panjang dan kompleks dan merangkumnya ke dalam format visual yang ringkas dan mudah dipahami, menjadikannya salah satu metode penilaian yang paling autentik.
Tugas ini dimulai dengan AI sebagai Mesin Peringkasan (Synthesis Engine). Siswa menggunakan AI Generatif (ChatGPT atau Gemini) untuk membaca dan memadatkan teks sumber yang tebal (jurnal, bab buku). AI membantu siswa mengidentifikasi tesis utama, metodologi, dan temuan kunci, mengubah paragraf panjang menjadi bullet points yang ringkas. Langkah ini mengotomatisasi pekerjaan low-level yang melelahkan.
Namun, fase krusial adalah Verifikasi Kritis dan Seleksi Manusia. Siswa harus memverifikasi output ringkasan AI untuk keakuratan faktual. Mereka tidak boleh hanya menyalin. Mereka harus memilih dan menyusun ulang poin-poin yang relevan, memastikan voice dan sudut pandang mereka sendiri yang disuntikkan ke dalam teks akhir. Ini adalah latihan penting dalam Literasi AI Kritis.
Canva kemudian menjadi Studio Produksi Visual. Siswa menggunakan Canva sebagai alat desain yang intuitif untuk mengubah teks yang diringkas (dari AI) menjadi visual. Fitur Magic Design Canva dapat membantu siswa membuat tata letak awal yang profesional, menghemat waktu yang signifikan untuk formatting dan layout.
Aspek visualisasi data adalah elemen penting. Siswa menggunakan chart builder Canva untuk memvisualisasikan statistik atau perbandingan, menunjukkan pemahaman tentang bagaimana data harus direpresentasikan secara visual agar tidak menyesatkan (etika desain). Mereka belajar menggunakan warna dan ikonografi secara strategis untuk menyoroti temuan utama.
Keterampilan Komunikasi Visual adalah yang dinilai. Guru mengevaluasi sejauh mana siswa berhasil menggunakan hierarki visual—menggunakan font tebal, warna kontras, dan penempatan elemen untuk memandu mata audiens. Desain yang kacau mencerminkan pemikiran yang kacau; desain yang jelas berkorelasi dengan penguasaan konsep yang kuat.
Proyek ini sangat melatih Keterampilan Abad ke-21. Siswa belajar sintesis (memadatkan informasi), pemikiran kritis (memverifikasi data), dan komunikasi visual (membuat produk yang profesional).
Kesimpulan
Tugas Infographic Challenge adalah metode asesmen yang inovatif dan komprehensif. AI berfungsi sebagai asisten sintesis yang mempercepat fase penulisan. Canva berfungsi sebagai platform desain yang mendemokratisasikan kemampuan visualisasi. Sinergi ini memastikan siswa tidak hanya menghafal pelajaran, tetapi secara aktif membangun pemahaman, mengkomunikasikannya secara profesional, dan menguasai keterampilan produksi aset digital.