Transkripsi & Terjemahan: Bagaimana AI Google Membuat Video YouTube Lebih Aksesibel.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 12 Nopember 2025 - Aksesibilitas video adalah tantangan mendasar dalam dunia digital, terutama bagi audiens global yang memiliki hambatan pendengaran, berada di lingkungan bising, atau berbicara dalam bahasa yang berbeda dari konten aslinya. Kecerdasan Buatan (AI) Google telah menjadi kekuatan utama dalam mengatasi hambatan ini, menggunakan teknologi Speech-to-Text (STT) dan Neural Machine Translation (NMT) untuk secara otomatis menghasilkan transkripsi dan terjemahan, membuat video YouTube menjadi produk yang jauh lebih inklusif.
Proses ini dimulai dengan Transkripsi Otomatis (Speech-to-Text). Ketika sebuah video diunggah ke YouTube, AI internal Google segera memproses audio video tersebut. Menggunakan model STT yang sangat canggih, AI mengubah ucapan lisan (spoken words) menjadi teks tertulis (transkrip). Transkrip ini tidak hanya berfungsi sebagai caption dasar, tetapi juga menjadi fondasi mentah untuk semua fungsi aksesibilitas lainnya.
Peningkatan Kualitas dan Keterbacaan Transkrip. AI terus bekerja untuk memperbaiki transkripsi yang dihasilkan. Algoritma belajar dari koreksi yang dilakukan pengguna untuk meningkatkan akurasi, dan juga secara otomatis menambahkan tanda baca yang benar (koma, titik, kapitalisasi), mengubah aliran kata yang mentah menjadi teks yang mudah dibaca.
Selanjutnya, AI mengaktifkan Terjemahan Otomatis (Neural Machine Translation/NMT). Transkrip berbahasa sumber yang telah dibersihkan oleh AI kini dialirkan ke model terjemahan Google (Gemini/Google Translate). AI dapat menghasilkan closed captions (subtitle) dalam puluhan bahasa secara instan. Ini adalah fitur revolusioner yang menghapus hambatan linguistik, memungkinkan video yang direkam dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dapat segera dipahami oleh audiens di seluruh dunia.
Aksesibilitas Ganda: Transkripsi dan terjemahan memberikan manfaat ganda. (1) Inklusivitas Tunarungu: Siswa atau pengguna dengan gangguan pendengaran dapat mengikuti konten secara penuh. (2) Pembelajaran Bahasa: Siswa yang sedang belajar bahasa kedua dapat menggunakan subtitle untuk membaca apa yang mereka dengar, meningkatkan pemahaman mereka.
Peningkatan SEO dan Penemuan Konten adalah manfaat terselubung AI ini. Transkrip penuh sebuah video (yang dapat diakses di bagian deskripsi YouTube) diindeks oleh mesin pencari Google. Ini berarti video memiliki lebih banyak konten tekstual yang dapat ditemukan, meningkatkan Search Engine Optimization (SEO) video tersebut.
Kesimpulan
Transkripsi dan terjemahan otomatis adalah kontribusi signifikan AI Google untuk EdTech global. AI berfungsi sebagai juru bahasa dan juru tulis yang instan, mengubah video menjadi aset pembelajaran yang dapat diakses oleh siapa saja, terlepas dari kemampuan pendengaran atau bahasa ibu mereka. Ini adalah kunci untuk membangun YouTube sebagai ruang kelas virtual yang benar-benar inklusif.