Studi Literatur Cepat: Memanfaatkan AI untuk Meringkas Jurnal Teknologi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 9 Nopember 2025 - Menganalisis literatur ilmiah, terutama di bidang teknologi pendidikan yang berkembang pesat, memerlukan efisiensi waktu yang tinggi dari peneliti dan akademisi. Model kecerdasan buatan (AI) menawarkan solusi transformatif dengan memfasilitasi studi literatur cepat, memungkinkan peneliti untuk meringkas jurnal dan mengidentifikasi key insight secara instan. Gemini dan ChatGPT adalah alat vital dalam proses ini, di mana Gemini unggul dalam memproses dokumen dan data, sementara ChatGPT mahir dalam menyusun ringkasan naratif yang kohesif. Pemanfaatan AI ini secara signifikan mempercepat fase tinjauan literatur dalam penelitian akademik.
Gemini sangat efektif dalam memproses dan menganalisis file PDF jurnal ilmiah yang diunggah, termasuk struktur dan elemen non-teks. Peneliti dapat menginstruksikan Gemini untuk mengidentifikasi tujuan penelitian, metodologi yang digunakan, dan temuan utama (findings). Keunggulan multimodal Gemini memastikan bahwa ringkasan mencakup interpretasi yang benar dari tabel, grafik, atau diagram yang ada dalam jurnal. Peneliti dapat meminta Gemini untuk meringkas jurnal dengan fokus pada variabel spesifik, misalnya hanya menyoroti studi yang menggunakan mixed methods atau intervensi AI tertentu. Output ini memungkinkan peneliti menyaring literatur yang sangat relevan dengan topik penelitian mereka. Gemini mengubah dokumen padat menjadi insight yang terstruktur.
ChatGPT sangat berguna untuk membuat perbandingan tabelatis antar jurnal, merangkum perbedaan metodologi, sampel, dan hasil dari beberapa studi sekaligus. Peneliti dapat memasukkan data ringkasan dari 5-10 jurnal dan meminta ChatGPT membuat tabel perbandingan untuk analisis yang lebih jelas. Peneliti dapat memberikan bullet points temuan kepada ChatGPT dan memintanya menyusun paragraf yang menghubungkan temuan tersebut secara logis. ChatGPT memastikan transisi yang mulus antara satu temuan dengan temuan lain. Alat ini mempercepat proses sintesis literatur.
Kedua AI dapat berkolaborasi untuk mengidentifikasi celah penelitian (research gaps) yang paling mendesak dalam bidang teknologi pendidikan. Peneliti dapat memasukkan ringkasan 20 jurnal dan meminta Gemini menganalisis pola yang hilang, misalnya kurangnya studi kualitatif di wilayah tertentu. Insight ini didukung oleh data literatur yang telah diproses. ChatGPT dapat menyusun argumentasi naratif yang kuat untuk membenarkan celah penelitian tersebut, merumuskan problem statement yang meyakinkan. Kolaborasi ini membantu peneliti dengan cepat memfokuskan topik mereka pada kontribusi yang orisinal dan signifikan.
Gemini membawa dimensi baru pada studi literatur dengan kemampuannya menganalisis data terlampir atau visualisasi hasil penelitian. Guru dapat mengunggah screenshot temuan dan meminta Gemini menjelaskan implikasi statistik dari P-value atau korelasi yang ditemukan. Gemini juga dapat menyusun ringkasan yang membandingkan efektivitas dua intervensi EdTech yang berbeda yang dilaporkan dalam dua jurnal. Ini mengurangi risiko salah interpretasi data yang sering dilakukan oleh peneliti yang kurang familiar dengan statistik lanjutan. Gemini memastikan ringkasan ilmiah lebih akurat.
Meskipun AI mempercepat studi literatur, verifikasi etika dan akurasi tetap merupakan tanggung jawab manusia. Peneliti harus selalu memverifikasi output AI dengan merujuk pada teks asli jurnal untuk menghindari "halusinasi" atau interpretasi data yang salah. AI berfungsi sebagai alat drafting dan filtering yang membantu dalam proses awal. Output AI hanya boleh digunakan sebagai ringkasan pribadi, dan kutipan akhir harus diambil dari jurnal sumber yang asli. Transparansi penggunaan AI dalam proses tinjauan literatur harus dicantumkan dalam metodologi penelitian.
Pemanfaatan Gemini dan ChatGPT dalam studi literatur secara drastis mengurangi waktu yang dihabiskan peneliti untuk membaca dan menyaring jurnal. Potensi penghematan waktu penelitian dapat mencapai puluhan jam pada proyek yang besar. Waktu yang dihemat ini dapat dialokasikan untuk desain penelitian yang lebih matang, pengumpulan data yang lebih luas, atau analisis yang lebih mendalam. Efisiensi ini memungkinkan peneliti untuk fokus pada kontribusi intelektual, bukan tugas mekanis.
Studi literatur yang didukung AI menghasilkan tinjauan yang lebih komprehensif, terperinci, dan terkini. Gemini dapat memastikan bahwa review mencakup temuan dari berbagai format media, termasuk data set atau video studi kasus. Tinjauan yang diperkaya ini secara langsung meningkatkan kualitas dan validitas penelitian akademik. Peneliti di bidang EdTech dapat dengan cepat menyerap inovasi terbaru tanpa tenggelam dalam lautan literatur.
ChatGPT juga dapat membantu peneliti membuat anotasi bibliografi yang cepat dan terstruktur untuk setiap jurnal. Peneliti dapat memberikan ringkasan yang dihasilkan Gemini ke ChatGPT dan memintanya menyusun anotasi sesuai format gaya sitasi tertentu (misalnya, APA atau MLA). Output yang diformat dengan baik ini siap untuk disusun dalam bab literatur. Otomasi ini menghilangkan kesalahan format yang sering terjadi.
Pemanfaatan AI untuk studi literatur cepat adalah game-changer bagi akademisi. Gemini menyediakan analisis dokumen multimodal yang akurat, sementara ChatGPT menyediakan sintesis naratif yang kohesif. Sinergi ini memastikan tinjauan literatur menjadi proses yang cepat, mendalam, dan terstruktur dengan baik.