Studi Komparatif 2025: Dampak Penggunaan Gemini dan ChatGPT Terhadap Nilai Ujian Siswa.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 9 Nopember 2025 - Mengukur dampak langsung penggunaan kecerdasan buatan (AI) terhadap nilai ujian siswa merupakan fokus utama studi komparatif di bidang teknologi pendidikan tahun 2025. Gemini dan ChatGPT, sebagai model bahasa besar (LLM) terkemuka, menawarkan tool yang berbeda yang memengaruhi cara siswa mempersiapkan diri dan mengerjakan tugas. Studi ini bertujuan membandingkan bagaimana fitur multimodal Gemini dan kemampuan naratif ChatGPT berkontribusi pada peningkatan nilai akademik siswa. Analisis ini sangat penting untuk merumuskan kebijakan penggunaan AI yang efektif di sekolah.
Desain Studi dan Metodologi Komparatif
Studi komparatif ini harus dirancang dengan membagi kelompok siswa menjadi tiga kategori: Kelompok Kontrol (tanpa akses AI), Kelompok A (menggunakan ChatGPT untuk klarifikasi dan drafting), dan Kelompok B (menggunakan Gemini untuk analisis data dan sintesis multimodal). Penilaian utama adalah hasil ujian formal yang dirancang untuk mengukur keterampilan pemikiran kritis dan aplikasi, bukan hanya memori. Metodologi yang ketat diperlukan untuk mengisolasi variabel AI dari faktor co-founding lainnya.
Dampak ChatGPT pada Keterampilan Naratif dan Dasar
Kelompok A, yang menggunakan ChatGPT, kemungkinan menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai ujian yang mengukur keterampilan naratif, seperti esai dan jawaban pertanyaan terbuka. ChatGPT efektif dalam membantu siswa menyusun argumen yang kohesif, memperbaiki struktur kalimat, dan merangkum konsep dasar. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi ChatGPT dalam membantu siswa mencapai kelancaran berbahasa dan kejelasan ekspresi. Namun, studi harus memastikan peningkatan ini bukan hasil dari plagiarisme AI yang terselubung.
Dampak Gemini pada Analisis Data dan Aplikasi
Kelompok B, yang menggunakan Gemini, diprediksi menunjukkan peningkatan yang lebih besar dalam nilai ujian yang melibatkan analisis data, interpretasi grafik, dan pemecahan masalah kompleks. Kemampuan multimodal Gemini membantu siswa menghubungkan data visual dengan teori akademik, yang merupakan inti dari ujian STEM. Peningkatan ini mencerminkan kemampuan Gemini dalam menyediakan feedback dan klarifikasi yang spesifik berdasarkan input data yang diunggah. Studi harus memastikan bahwa nilai yang tinggi benar-benar berasal dari pemahaman, bukan output jawaban instan.
Perbandingan Keseimbangan dan Efisiensi Belajar
Studi harus membandingkan efisiensi waktu belajar antara Kelompok A dan Kelompok B. Kelompok A mungkin melaporkan waktu yang dihemat dalam drafting tugas, sementara Kelompok B mungkin menghemat waktu dalam analisis dataset atau review literatur. Hasil komparatif ini akan membantu guru merekomendasikan tool yang tepat berdasarkan jenis tugas dan kebutuhan belajar spesifik siswa. Efisiensi adalah indikator kunci dari dampak positif AI.
Korelasi dengan Prompt Engineering
Korelasi penting yang harus diukur adalah antara kualitas prompt siswa dan peningkatan nilai ujian mereka. Siswa yang mahir dalam prompt engineering (berinteraksi secara cerdas dengan Gemini dan ChatGPT) diprediksi mencapai skor yang lebih tinggi. Studi ini menegaskan bahwa AI hanyalah alat, dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam mengarahkan AI adalah faktor penentu keberhasilan.
Dampak pada Kesenjangan Prestasi
Studi ini juga harus menyelidiki apakah penggunaan AI oleh kedua kelompok meningkatkan atau mempersempit kesenjangan prestasi antar siswa. Jika AI membantu siswa yang berjuang (dengan menyediakan feedback personal dan remedial), maka kesenjangan akan menyempit. Namun, jika hanya siswa yang sudah berprestasi tinggi yang dapat memaksimalkan output AI, maka kesenjangan bisa melebar. Insight ini sangat penting untuk kebijakan inklusif.
Tantangan Metodologi dan Etika
Tantangan metodologi meliputi pengawasan ketat untuk memastikan bahwa kedua kelompok hanya menggunakan tool AI yang diizinkan dan tidak ada cheating yang tidak terdeteksi. Aspek etika, yaitu plagiarisme AI, harus diukur dengan tool deteksi terbaru. Studi ini harus berhati-hati dalam menginterpretasikan hasil, mengakui bahwa motivasi dan coaching guru juga berperan.
Implikasi Kurikulum dan Kebijakan
Hasil komparatif ini akan memiliki implikasi besar terhadap kebijakan kurikulum, merekomendasikan kapan dan bagaimana Gemini atau ChatGPT harus diintegrasikan. Misalnya, Gemini mungkin direkomendasikan untuk pelajaran sains tingkat lanjut, sementara ChatGPT untuk mata pelajaran bahasa dan humaniora. Rekomendasi ini harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan spesifik institusi.
Proyeksi Masa Depan Pembelajaran
Studi Komparatif 2025 memberikan pandangan ke depan tentang bagaimana AI akan mengubah penilaian akademik. AI tidak hanya memengaruhi proses belajar, tetapi juga apa yang diukur dalam ujian formal. Ujian masa depan harus dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam berkolaborasi dengan AI, bukan bersaing dengannya.
Studi komparatif mengenai dampak Gemini dan ChatGPT terhadap nilai ujian siswa ini sangat penting untuk panduan praktis dan kebijakan. Insight yang diperoleh akan memastikan bahwa integrasi AI di sekolah dilakukan secara strategis, etis, dan efektif, memaksimalkan potensi akademik setiap siswa.