Studi Kasus: Keberhasilan Sekolah dalam Meningkatkan Hasil Belajar Setelah Adopsi Canva Berbasis AI.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 15 Nopember 2025 - Implementasi Teknologi Pendidikan (EdTech) yang sukses harus terukur dampaknya pada hasil belajar siswa, melampaui sekadar adopsi hardware. Studi kasus konseptual di Sekolah Cerdas X menunjukkan bahwa integrasi menyeluruh Canva yang Didukung AI menjadi katalis utama, secara signifikan mengatasi kelemahan visual materi ajar yang menyebabkan rendahnya engagement siswa. Sebelum adopsi Canva, guru sering menghadapi burnout karena harus membuat slide deck dari nol, menghasilkan materi yang kaku dan tidak konsisten.
Intervensi dimulai dengan standardisasi. Sekolah Cerdas X mengimplementasikan fitur Brand Kit Canva, mewajibkan semua guru menggunakan palet warna dan font institusional yang sama. Konsistensi visual yang ketat ini secara instan meningkatkan kredibilitas komunikasi sekolah dan mengurangi visual fatigue siswa, yang merupakan prasyarat untuk fokus yang lebih baik pada konten.
Dampak terbesar terlihat pada Efisiensi Produksi Guru. Guru menggunakan fitur Magic Design dan Text-to-Slide Canva. Alih-alih menghabiskan $3$ jam untuk formatting presentasi, guru dapat memasukkan bullet points RPP (yang sudah dibuat AI Generatif) dan menghasilkan draf visual dalam hitungan menit. Waktu yang dihemat dari pekerjaan low-level ini dialihkan ke tugas bernilai tinggi: bimbingan siswa dan verifikasi fakta.
Kualitas materi ajar secara langsung melonjak karena Peningkatan Kejelasan Visual dan Pengurangan Beban Kognitif. Guru menggunakan Canva untuk membuat infografis dan slide minimalis. AI membantu memastikan rasio kontras yang optimal dan tata letak yang bersih, membuat konsep kompleks lebih mudah diproses oleh siswa (terutama pembelajar visual). Hasilnya, materi ajar menjadi lebih inklusif.
Keterlibatan Siswa Meningkat Signifikan. Learning Analytics menunjukkan peningkatan Watch Time (Waktu Tonton) video instruksional di YouTube (yang thumbnail-nya dibuat Canva) dan peningkatan partisipasi dalam diskusi, karena aset visual yang disajikan di kelas (Canva) kini menarik dan on-brand. Estetika yang profesional meningkatkan motivasi intrinsik siswa.
Keberhasilan diukur langsung melalui Peningkatan Skor Asesmen Formatif. Guru melaporkan bahwa siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep yang dijelaskan dengan flowcharts dan diagram alir (yang dibuat efisien di Canva) dibandingkan dengan konsep yang dijelaskan hanya dengan teks. Skor rata-rata kelas pada kuis yang menguji pemahaman prosedural meningkat $10\%$.
Aspek krusial lainnya adalah Penguasaan Keterampilan Komunikasi Visual Siswa. Siswa diwajibkan menggunakan Canva untuk presentasi proyek akhir mereka. Guru menilai kualitas visual proyek ini. Analisis menunjukkan bahwa siswa tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga lulus dengan portofolio visual yang sangat profesional, yang merupakan keterampilan penting Abad ke-21.
Komunikasi Eksternal dan Branding Sekolah juga diuntungkan. Laporan kemajuan visual untuk orang tua dan buletin sekolah (didesain Canva) menjadi lebih informatif dan menarik. Peningkatan komunikasi ini meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan orang tua terhadap agenda EdTech sekolah.
Kesimpulan
Adopsi Canva yang didukung AI adalah katalisator yang unik dalam kasus ini. Keberhasilan sekolah dicapai melalui sinergi di mana AI mengotomatisasi desain (mengatasi burnout guru) dan Canva menjamin konsistensi visual (meningkatkan engagement dan kejelasan materi). Peningkatan efisiensi produksi dan kualitas visual yang profesional ini secara kolektif berkorelasi dengan peningkatan hasil belajar siswa, membuktikan bahwa desain yang baik adalah pedagogi yang baik.