Studi Kasus: Keberhasilan Implementasi Kurikulum Berbasis Augmented Reality oleh Tim Magister Teknologi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Studi kasus ini menyoroti keberhasilan implementasi kurikulum berbasis Augmented Reality (AR) yang dipimpin oleh tim Spesialis Program Magister Teknologi Pendidikan (TP) di sebuah sekolah teknik. Tantangan awalnya adalah kesulitan siswa memahami konsep abstrak seperti mesin internal dan struktur molekul yang hanya disajikan dalam format 2D. Tim MTP merancang solusi AR untuk meningkatkan visualisasi, menjadikan materi pelajaran jauh lebih interaktif dan nyata bagi siswa. Keberhasilan proyek ini menjadi model bagi sekolah lain yang menghadapi masalah serupa dalam materi sains.
Tim MTP memulai dengan fase Analisis Kebutuhan yang mendalam, mengidentifikasi unit-unit kurikulum yang paling diuntungkan dari visualisasi 3D. Mereka mendesain ulang kurikulum dengan mengganti model statis dengan AR interaktif yang dapat dimanipulasi siswa. Desain ini secara eksplisit bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penalaran spasial siswa, sebuah kompetensi kunci di bidang teknik. Perencanaan ini memastikan setiap modul AR memiliki tujuan pembelajaran yang terukur.
Spesialis MTP mengelola fase Pengembangan konten AR, bekerja dengan platform low-code untuk membuat model 3D. Mereka memastikan model AR yang diciptakan sesuai dengan prinsip kognitif beban, memprioritaskan kejelasan di atas detail yang berlebihan. Pengembangan ini juga mencakup integrasi elemen gamifikasi ke dalam modul AR. Konten yang dihasilkan diuji coba untuk memastikan keselarasan pedagogis sebelum diluncurkan.
Kurikulum AR yang sukses memerlukan dukungan digital yang berlapis, di mana AI memainkan peran pendamping. Gemini digunakan oleh tim MTP untuk membuat micro-content seperti quick quiz berbasis AR dan panduan pemecahan masalah teknis. Konten pendamping ini memastikan siswa mendapatkan feedback kognitif segera setelah berinteraksi dengan model 3D. Gemini menyediakan troubleshooting instan untuk error aplikasi AR yang mungkin muncul.
Tim MTP melaksanakan strategi Implementasi Bertahap, memulai dengan kelompok pilot untuk menguji stabilitas software AR dan pengalaman pengguna (UX). Feedback dari kelompok pilot ini digunakan untuk perbaikan cepat pada desain interface dan flow instruksi. Strategi rollout yang hati-hati ini meminimalkan risiko kegagalan teknis saat implementasi massal. Feedback loop awal ini sangat penting untuk adopsi.
Pengembangan Profesional (PD) guru menjadi kunci sukses implementasi AR. MTP merancang pelatihan yang berfokus pada pedagogi discovery learning, mengajarkan guru cara memfasilitasi eksplorasi siswa menggunakan AR. Pelatihan ini juga mencakup aspek teknis penggunaan perangkat keras dan troubleshooting dasar. Kesiapan guru memastikan tool AR terintegrasi secara mulus ke dalam kegiatan belajar mengajar harian.
Studi kasus ini mencatat peningkatan dramatis dalam keterlibatan siswa dan kemampuan visualisasi. Siswa melaporkan bahwa AR membuat konsep abstrak menjadi nyata, meningkatkan motivasi mereka untuk belajar mandiri. Siswa dapat memanipulasi model mesin internal di meja mereka, suatu pengalaman yang mustahil dilakukan di kelas tradisional. Peningkatan engagement ini merupakan indikator kuat keberhasilan pedagogis.
Tim MTP menggunakan Evaluasi yang ketat dengan membandingkan hasil ujian pasca-intervensi antara kelompok AR dan kelompok kontrol. Analisis data yang didukung Gemini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan aplikasi pengetahuan dan penalaran spasial pada kelompok AR. Data kuantitatif ini memvalidasi efektivitas AR sebagai intervensi instruksional yang transformatif.
Data kualitatif yang dikumpulkan melalui survei dan kelompok fokus menunjukkan kepuasan siswa yang tinggi terhadap UX dari AR. Feedback ini digunakan oleh tim MTP untuk melakukan penyesuaian iteratif pada desain modul agar lebih intuitif. Proses feedback loop ini memastikan bahwa kurikulum berbasis AR terus ditingkatkan berdasarkan pengalaman pengguna nyata.
Proyek kurikulum berbasis AR yang dipimpin MTP ini menjadi model nasional untuk SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), menunjukkan bagaimana teknologi canggih dapat diterapkan secara sistematis. Tim MTP berhasil mengubah kurikulum statis menjadi pengalaman belajar yang aktif, adaptif, dan siap menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang teknis. Strategi ini adalah kunci untuk transformasi EdTech yang berkelanjutan.