Solusi Cloud: Mengapa Komputasi Awan Penting untuk Skalabilitas Transformasi Pendidikan Berbasis AI.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 21 Nopember 2025 - Komputasi awan (cloud computing) adalah fondasi yang mutlak diperlukan untuk skalabilitas masif transformasi pendidikan berbasis Artificial Intelligence (AI). Cloud menyediakan kapasitas komputasi elastis yang dapat menangani lonjakan permintaan besar (seperti ujian nasional serentak atau sesi tutoring AI puncak) tanpa memerlukan sekolah untuk membeli server fisik yang mahal. Kemampuan untuk menskalakan AI ini secara fundamental mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Model cloud menghilangkan biaya modal awal yang besar (upfront capital expenditure) untuk hardware dan staf pemeliharaan. Sekolah beralih ke model pay-as-you-go yang jauh lebih fleksibel dan terukur secara finansial, menjadikan EdTech canggih lebih berkelanjutan secara ekonomi. Strategi pengadaan yang efisien ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Cloud memungkinkan aksesibilitas dan ekuitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sekolah mana pun, terlepas dari lokasi atau keterbatasan anggaran, dapat mengakses alat AI berdaya tinggi yang sama (seperti platform pembelajaran adaptif) yang sebelumnya hanya tersedia bagi institusi kaya. Demokratisasi teknologi ini secara langsung mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Layanan AI, seperti adaptive learning atau analitik prediktif, membutuhkan daya pemrosesan yang sangat besar (GPU/TPU) yang hanya dapat disediakan secara andal oleh infrastruktur cloud yang terdistribusi. Cloud adalah mesin utama yang menggerakkan kualitas pendidikan yang ditingkatkan AI.
Penyedia cloud menawarkan keamanan data, kepatuhan regulasi, dan fitur pemulihan bencana yang jauh lebih kuat daripada yang dapat disediakan oleh sebagian besar sekolah secara individu. Hal ini melindungi data siswa dan menjamin kelangsungan operasional sistem EdTech. Keamanan dan tata kelola ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Cloud menyediakan penyimpanan yang terpusat dan aman untuk volume besar data pembelajaran siswa, log proxy, dan hasil assessment. Ketersediaan data Big Data ini memungkinkan penelitian pendidikan skala besar dan kolaborasi akademik. Manajemen data yang terstandarisasi ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Perawatan dan pembaruan perangkat lunak sistem cloud ditangani secara otomatis oleh penyedia. Hal ini membebaskan waktu staf IT sekolah dan guru dari tugas teknis, memungkinkan mereka untuk fokus pada pedagogi dan pengembangan kurikulum. Efisiensi waktu ini sejalan dengan tujuan SDG 4c.
Cloud memungkinkan guru untuk mengakses dan menggunakan data global dan sumber daya real-time yang diperlukan untuk mengajar isu-isu Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Konten kurikulum menjadi instan dan relevan secara geografis. Peningkatan relevansi ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Kecepatan deployment alat EdTech baru di cloud drastis. Alat AI, upgrade LMS, atau simulasi baru dapat diluncurkan ke ribuan siswa dalam hitungan jam, bukan bulan, mempercepat siklus inovasi pendidikan. .
Pada akhirnya, cloud computing memungkinkan model EdTech yang berkelanjutan secara finansial dan operasional. Dengan menjadikan manfaat AI dapat diakses, tangguh, dan efisien, cloud adalah fondasi penting bagi keberhasilan implementasi semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).