Sintesis Konten: Menggabungkan Informasi dari Pencarian Google dan YouTube melalui ChatGPT.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 12 Nopember 2025 - Kemampuan untuk mensintesis informasi dari berbagai sumber yang berbeda adalah keterampilan kognitif tingkat tinggi, dan ini merupakan tantangan terbesar di era banjir informasi. Saat melakukan riset, siswa dan profesional sering dihadapkan pada fragmentasi: data statistik mentah dari hasil Pencarian Google, dan ilustrasi dinamis atau studi kasus naratif dari YouTube. Mengintegrasikan kedua jenis aset ini secara manual adalah proses yang rumit dan memakan waktu.
Kecerdasan Buatan (AI) Generatif seperti ChatGPT kini berfungsi sebagai Mesin Sintesis Multimodal yang mampu menerima input dari sumber tekstual dan visual/audio (melalui transkrip) secara bersamaan. AI menjadi jembatan yang menyatukan fakta (statistik) dengan konteks (demonstrasi visual), menghasilkan narasi yang koheren dan holistik.
Pencarian Google adalah pemasok data faktual, literatur akademik, dan argumen berbasis teks yang bersifat statis. Peneliti menggunakan Google Search untuk memverifikasi statistik, menemukan definisi, dan mengumpulkan temuan dari jurnal. Bagian ini menyediakan tulang punggung intelektual (bukti kuantitatif) untuk sintesis.
Sebaliknya, YouTube adalah pemasok konteks visual, demonstrasi dinamis, dan narasi yang mudah dipahami. Siswa menggunakan transkrip video YouTube untuk memahami bagaimana suatu konsep bekerja dalam praktik, atau untuk mendapatkan studi kasus visual yang kaya. Bagian ini menyediakan konteks emosional dan visual yang membuat materi mudah diingat.
Tantangan teknisnya adalah bagaimana cara AI memproses kedua sumber yang berbeda ini. Guru atau siswa harus melakukan langkah awal Ekstraksi Teks—menyalin teks artikel dari Google Search dan menyalin transkrip video YouTube (dari closed captions atau alat Speech-to-Text). Kedua aset tekstual ini kemudian diumpankan ke ChatGPT dalam satu prompt yang terstruktur.
Di sinilah Prompt Engineering mencapai tingkat lanjutan. Pengguna harus menginstruksikan ChatGPT untuk tidak hanya merangkum, tetapi mensintesis dan memverifikasi. Prompt harus meminta AI: "Gabungkan temuan data dari Artikel A [tempel teks] dengan penjelasan visual dari Video B [tempel transkrip]. Hasilkan satu laporan yang menggunakan visualisasi di Video B untuk menjelaskan data di Artikel A."
Fungsi utama ChatGPT adalah Menciptakan Kohesi Naratif. AI mengambil deskripsi yang bersifat tekstual dan mengaitkannya dengan bukti visual. Misalnya, AI dapat menyusun kalimat: "Menurut data (Artikel A), fenomena X meningkat 30% dalam setahun, sebuah tren yang secara visual dapat kita lihat dengan jelas dalam demonstrasi yang disajikan pada video (Video B)."
AI juga berperan dalam Penyaringan dan Pembersihan Data. Selama sintesis, AI dapat mengidentifikasi konflik antara klaim dalam artikel (data usang) dan bukti visual yang mutakhir. Ini membantu peneliti untuk secara kritis memilah data mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus dibuang, menjaga integritas akademik output.
Output dari proses sintesis ini dapat diubah menjadi berbagai format. Ringkasan yang terpadu ini dapat menjadi draf awal esai akademik yang kuat, kerangka untuk video explainer yang kohesif, atau dasar untuk slide deck presentasi yang menarik yang dibuat di Canva.
Efisiensi yang diperoleh sangat besar. Proses literature review dan sintesis multi-sumber yang dulunya memakan waktu berjam-jam kini dapat dicapai dalam hitungan menit. AI membebaskan waktu guru dan siswa dari pekerjaan kompilasi data yang melelahkan dan memungkinkan mereka untuk fokus pada analisis, interpretasi, dan pengambilan keputusan strategis berdasarkan wawasan yang disintesis.
Kesimpulan
Sintesis konten oleh ChatGPT adalah transformasi fundamental yang menyatukan kekuatan teks (Google Search) dan visual (YouTube). AI bertindak sebagai jembatan kognitif yang mampu memproses input yang beragam dan menghasilkan narasi yang tunggal, terstruktur, dan berbasis bukti. Kemampuan untuk secara efisien membuat konten holistik dan multi-modal ini secara signifikan meningkatkan kualitas riset dan produktivitas akademik.