Simulasi dan Eksperimen: AI Mengarahkan Siswa ke Simulasi Interaktif Setelah Menonton Video YouTube.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 15 Nopember 2025 - Simulasi dan Eksperimen: AI Mengarahkan Siswa ke Simulasi Interaktif Setelah Menonton Video YouTube.
Pembelajaran mendalam (deep learning) dalam sains dan teknik menuntut aplikasi praktis. Tantangan EdTech adalah menjembatani pengalaman menonton video pasif dengan aktivitas hands-on yang diperlukan untuk penguasaan konsep. Kecerdasan Buatan (AI) kini berfungsi sebagai direktur instruksional yang secara cerdas mengarahkan siswa dari sumber informasi (video YouTube) ke lingkungan praktik interaktif (simulasi virtual).
Model ini dimulai dengan Video YouTube sebagai Fondasi Teori. Guru menugaskan siswa untuk menonton video pembelajaran yang menjelaskan konsep kunci (misalnya, Hukum Archimedes, reaksi kimia, atau prinsip mekanika). Video ini (yang naskahnya mungkin dibuat oleh ChatGPT dan visualnya oleh Canva) memberikan pemahaman konseptual dan bukti visual yang diperlukan.
Setelah video selesai ditonton, AI mengambil alih Diagnosis Kesiapan Kognitif. AI dapat diintegrasikan dengan platform LMS atau quizzing tools untuk memberikan kuis formatif singkat. Jika siswa lulus kuis tersebut (menunjukkan penguasaan teoretis), AI memvalidasi kesiapan mereka untuk bergerak ke tahap praktik.
AI sebagai Navigator Praktik adalah peran yang paling penting. Berdasarkan skor validasi, AI secara otomatis mengarahkan siswa ke sumber daya simulasi yang relevan. Misalnya, jika siswa berhasil lulus kuis tentang Hukum Archimedes, AI mengirimkan link ke simulasi PhET (simulasi interaktif) di mana siswa harus memanipulasi variabel (massa, kepadatan) untuk menguji pemahaman mereka secara empiris.
Personalisasi Jalur Eksperimen ditingkatkan oleh AI. AI dapat menyesuaikan jenis simulasi yang ditugaskan. Siswa yang unggul dapat diarahkan ke simulasi yang menuntut pemecahan masalah yang lebih terbuka dan kompleks, sementara siswa remedial diarahkan ke simulasi yang lebih terstruktur dan guided.
Dukungan Just-in-Time: Jika siswa kesulitan saat melakukan simulasi, AI dapat diakses (misalnya, melalui chat interface) untuk memberikan hint kontekstual. AI tidak memberikan jawaban, tetapi mengarahkan siswa untuk meninjau kembali bagian video YouTube tertentu (misalnya, "Lihat menit 4:20 di video sumber, fokus pada bagaimana perubahan volume memengaruhi gaya apung").
Pengambilan Data dari Simulasi adalah kunci feedback loop. Data kinerja siswa dalam lingkungan simulasi (misalnya, jumlah kesalahan yang dibuat, waktu yang dihabiskan untuk tugas) dikumpulkan dan diumpankan kembali ke AI. AI menganalisis data ini untuk mengukur mastery prosedural, yang kemudian menginformasikan Rencana Pelajaran (RPP) guru berikutnya.
Kesimpulan
Integrasi simulasi dan eksperimen dengan video YouTube adalah cara paling efektif untuk mengajarkan STEM. AI berfungsi sebagai direktur instruksional yang cerdas, yang memvalidasi pemahaman teoretis dan mengorkestrasi transisi ke aplikasi praktis. Model ini mengubah pembelajaran video pasif menjadi siklus watch-test-apply yang aktif dan adaptif.