Peran Perangkat Mobile: Integrasi Aplikasi Teknologi Pendidikan dan AI di Perangkat Genggam Siswa.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 21 Nopember 2025 - Perangkat mobile (ponsel pintar dan tablet) adalah jalur akses utama menuju pendidikan digital global, karena merupakan bentuk komputasi yang paling mudah diakses di seluruh dunia. Mengintegrasikan aplikasi Artificial Intelligence (AI) dan cloud-based EdTech pada perangkat ini memastikan bahwa peluang belajar tidak terbatas pada lab komputer yang mahal. Akses universal yang didukung oleh perangkat mobile ini secara fundamental mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Perangkat mobile memungkinkan pembelajaran saat bepergian (m-learning) dan di luar jam sekolah yang kaku. Siswa dapat mengakses tutor AI adaptif, flashcard yang dibuat AI, dan video edukasi kapan saja, meningkatkan fleksibilitas dan jumlah jam belajar yang efektif. Peningkatan kualitas dan ketersediaan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Aplikasi mobile yang ditingkatkan AI mengumpulkan data konteks real-time (misalnya, kapan dan di mana siswa belajar) yang sangat berharga. Data interaksi yang terus-menerus mengalir ini memungkinkan algoritma AI untuk menyempurnakan personalisasi konten dan remedi, menjadikan sistem adaptif lebih efektif. Pemanfaatan data ini sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Dengan memanfaatkan perangkat mobile milik siswa (Bring Your Own Device/BYOD), sekolah dapat mengurangi biaya modal yang besar untuk pengadaan dan pemeliharaan hardware sekolah. Model yang memanfaatkan aset yang sudah ada ini adalah pendekatan yang berkelanjutan secara ekonomi. Strategi ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Perangkat mobile adalah platform utama untuk teknologi Augmented Reality (AR). AI dapat menghasilkan konten AR (misalnya, model 3D struktur atom) yang dapat diletakkan siswa di meja mereka, membuat konsep kompleks menjadi lebih nyata dan menarik.
Aplikasi mobile memiliki fitur aksesibilitas bawaan (kontrol suara, pembaca layar) yang sangat penting bagi siswa dengan disabilitas. AI meningkatkan fitur ini dengan tutoring khusus dan adaptasi konten, memastikan inklusi yang lebih baik bagi kelompok rentan (SDG 4.5).
Perangkat mobile memungkinkan siswa berpartisipasi dalam proyek citizen science yang berpusat pada Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti mengumpulkan data kualitas udara atau air lokal. Data ini kemudian diumpankan ke alat AI untuk analisis, menghubungkan pembelajaran lokal dengan tujuan global. Penggunaan teknologi ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Keamanan data menjadi tantangan kritis, karena perangkat mobile sering berada di luar jaringan yang dilindungi proxy. Kebijakan harus mengharuskan aplikasi keamanan dan VPN/proxy untuk melindungi data siswa dari phishing dan ancaman lain saat off-campus. Pengamanan ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Perangkat mobile memungkinkan guru menerima notifikasi real-time dari AI tentang siswa yang mengalami kesulitan, memfasilitasi intervensi yang tepat dan personal di dalam kelas. . Peningkatan efisiensi komunikasi ini mendukung guru.
Pada akhirnya, integrasi AI di perangkat mobile mengubah pembelajaran menjadi pengalaman yang ubiquitous (hadir di mana-mana), berkelanjutan, dan pribadi, yang mempersiapkan siswa untuk masa depan yang terhubung secara global. Kolaborasi ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.