Peran Magister Teknologi Pendidikan dalam Upskilling Guru: Melatih Pendidik Menghadapi Evolusi Teknologi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Program Magister Teknologi Pendidikan memiliki peran vital sebagai pusat upskilling guru, melatih pendidik untuk tidak hanya mengadopsi alat baru tetapi juga memahami prinsip pedagogi yang mendasari evolusi Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Pendidikan (EdTech). Program ini menghasilkan pemimpin instruksional yang mampu memimpin perubahan budaya di sekolah. Penguatan kapasitas guru ini secara fundamental mendukung SDG 4c (Qualified Teachers).
Program pelatihan harus menekankan literasi AI strategis, melatih guru untuk memahami cara kerja machine learning, etika algoritma, dan bagaimana alat AI dapat diintegrasikan secara efektif dalam desain pembelajaran. Guru lulusan program ini menjadi ahli praktik berbasis bukti di bidang AI.
Lulusan program bertindak sebagai agen perubahan dan mentor internal, melatih rekan kerja tentang Prompt Engineering tingkat tinggi dan penggunaan alat adaptif. Mereka membantu sekolah bertransisi ke model flipped learning atau hybrid yang didukung AI, yang memastikan kualitas instruksi dipertahankan. Hal ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Program Magister Teknologi Pendidikan membekali guru dengan keahlian untuk mengelola data diagnostik dari LMS dan proxy server. Lulusan mampu menganalisis data untuk mengidentifikasi kesenjangan keterampilan di antara siswa dan merekomendasikan intervensi yang sangat ditargetkan, yang penting untuk mencapai ekuitas. Penggunaan data untuk keadilan ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Peran Magister Teknologi Pendidikan adalah memastikan bahwa upskilling guru mencakup dimensi etika dan tata kelola. Lulusan memimpin pengembangan protokol keamanan data dan kebijakan mitigasi bias, memastikan inovasi EdTech dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai hukum. Pengawasan etika ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Program mempersiapkan guru untuk mengintegrasikan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam kurikulum yang didukung teknologi. Guru dilatih untuk menggunakan alat simulasi AI guna memfasilitasi proyek siswa tentang tantangan energi atau lingkungan, memperkuat komitmen SDG 4.7.
Upskilling yang didorong oleh lulusan ini memungkinkan sekolah untuk mengoptimalkan sumber daya finansial. Dengan melatih guru untuk mengelola dan memelihara sistem teknologi secara mandiri, sekolah mengurangi ketergantungan pada konsultan luar yang mahal. Efisiensi ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Lulusan juga memainkan peran penting dalam memperkuat infrastruktur digital institusional. Dengan pemahaman yang kuat tentang teknologi (cloud dan jaringan), mereka memimpin evaluasi dan pengadaan sistem EdTech yang dapat diskalakan dan efisien. Keahlian ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Program Magister Teknologi Pendidikan mendorong kolaborasi dan berbagi pengetahuan. Lulusan sering membangun komunitas praktik antar sekolah, berbagi modul pelatihan dan strategi implementasi AI yang sukses, yang mempercepat adopsi teknologi secara kolektif. Kemitraan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pada akhirnya, upskilling guru yang dipimpin oleh lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa transformasi pendidikan bersifat manusiawi, etis, dan adaptif. Mereka adalah kunci untuk menjamin bahwa teknologi melayani tujuan pedagogis holistik, termasuk kesejahteraan siswa.