Penerapan Model Blended Learning sebagai Bagian Integral dari Kurikulum yang Dirancang Magister Teknologi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Penerapan model Blended Learning (BL) merupakan bagian integral dari kurikulum yang dirancang oleh lulusan Magister Teknologi Pendidikan (MTP), memastikan sinergi antara tatap muka dan digital. BL didefinisikan sebagai penggabungan sistematis antara interaksi fisik (face-to-face) dengan pengalaman belajar online yang terstruktur. Lulusan MTP memimpin desain BL ini, menjamin bahwa kurikulum tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mengoptimalkan kedua lingkungan belajar. BL adalah model yang paling relevan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif di era hybrid.
Desain BL dimulai dengan fase Analisis Kebutuhan, di mana spesialis MTP menentukan rasio campuran yang paling efektif (misalnya, 60% online, 40% PTM). Penentuan rasio ini didasarkan pada kompleksitas materi pelajaran, ketersediaan infrastruktur siswa, dan skill self-regulation mereka. Analisis ini menggunakan data awal untuk memastikan BL yang dirancang bersifat realistis dan inklusif. Pendekatan ini memastikan BL didesain by-design, bukan by-accident.
Dalam fase Desain BL, lulusan MTP berfokus pada optimalisasi waktu tatap muka (PTM). PTM direservasi untuk aktivitas yang membutuhkan interaksi manusiawi yang tinggi, seperti diskusi mendalam, mentoring personal, atau proyek kolaboratif. Konten informasi dasar dieliminasi dari PTM dan dipindahkan ke komponen online. Strategi ini memastikan waktu berharga guru dan siswa digunakan untuk pemecahan masalah.
Fase Pengembangan BL melibatkan penciptaan konten asynchronous yang mandiri dan engaging. Lulusan MTP memastikan konten online (video lecture, e-modules) mudah diakses dan bersifat multimodal. Mereka menggunakan tool AI seperti Gemini untuk membuat ringkasan video, kuis formatif instan, dan panduan belajar terstruktur. Konten online ini berfungsi sebagai pengantar yang harus dikuasai siswa sebelum PTM.
MTP mengintegrasikan AI sebagai mesin utama untuk personalisasi dalam model BL. Gemini menganalisis data kinerja siswa dari tugas online dan secara otomatis memetakan jalur belajar adaptif. AI mendistribusikan feedback yang ditargetkan dan micro-content remedial kepada siswa yang berjuang melalui platform komunikasi. Personalisasi ini adalah kunci untuk mengurangi learning loss dalam model BL.
Implementasi BL memerlukan strategi komunikasi yang terstruktur dan multisaluran. Lulusan TP memastikan Gmail digunakan untuk notifikasi formal dan pengarsipan feedback tugas, sementara platform chat digunakan untuk Q&A cepat dan dukungan sosial. Komunikasi yang jelas ini mengurangi kebingungan siswa tentang platform mana yang harus digunakan untuk setiap jenis interaksi. Keteraturan komunikasi sangat penting dalam BL.
BL sangat mendukung otonomi belajar siswa, yang merupakan prinsip utama Merdeka Belajar. Kurikulum dirancang agar siswa dapat mengontrol pace belajar online mereka dan memilih waktu yang tepat untuk menyelesaikan review materi. Lulusan MTP memastikan komponen online menumbuhkan skill self-regulated learning (SRL). Ini memberdayakan siswa untuk bertanggung jawab atas proses belajar mereka.
Fase Evaluasi BL harus mengintegrasikan data dari kedua lingkungan: penilaian online (kuis formatif) dan performance task PTM. Lulusan MTP menggunakan Gemini untuk menyintesis data ini, menghitung dampak BL terhadap engagement dan hasil akademik. Analisis ini memberikan insight apakah perpaduan online/offline perlu disesuaikan untuk peningkatan efektivitas.
BL, yang dirancang oleh MTP, secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menciptakan lingkungan belajar yang fleksibel dan efisien. Model ini memastikan sumber daya digital dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keahlian MTP memastikan BL menjadi strategi pendidikan yang berkelanjutan dan adaptif.
Penerapan BL sebagai bagian integral kurikulum menunjukkan peran vital lulusan MTP sebagai arsitek digital. Mereka memastikan bahwa kurikulum tidak hanya modern, tetapi juga fungsional, personal, dan efisien. Desain BL yang sistematis ini adalah kunci untuk transformasi pendidikan yang berhasil di era hybrid.