Pembelajaran Jarak Jauh Aman: Peran Proxy dan VPN dalam Menjamin Koneksi Rumah Siswa Terlindungi.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 16 Nopember 2025 - Dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), proxy dan Virtual Private Network (VPN) memainkan peran krusial dalam memperluas batas keamanan jaringan sekolah ke rumah siswa, menjamin koneksi mereka terlindungi dari ancaman siber dan penyaringan konten. VPN mengenkripsi lalu lintas data siswa, membuatnya tidak dapat diakses oleh pihak ketiga, sementara proxy dapat mengontrol konten dan tujuan akhir data. Kombinasi proteksi ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan menciptakan fondasi EdTech yang aman di luar kampus.
VPN dan proxy sangat penting untuk kepatuhan data dan privasi. Dengan mengenkripsi komunikasi, VPN memastikan bahwa data siswa (termasuk interaksi dengan LMS atau alat AI generatif) tetap rahasia saat ditransfer melalui jaringan rumah publik atau tidak aman. Perlindungan PII ini adalah mandat etika dan hukum yang mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Penggunaan proxy dan VPN memastikan konsistensi kebijakan filter konten, memblokir materi berbahaya, malware, dan situs yang tidak sesuai, meskipun siswa berada di luar jaringan sekolah. Filter konten ini sangat penting untuk melindungi siswa di lingkungan rumah, yang merupakan bagian dari komitmen SDG 4: Pendidikan Berkualitas untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman.
Dengan menyediakan koneksi yang aman dan terenkripsi, teknologi ini secara tidak langsung mendukung kesetaraan akses. Siswa yang harus bergantung pada Wi-Fi publik yang kurang aman atau jaringan yang rentan terhadap penyensoran dapat mengakses materi akademik penting tanpa hambatan risiko. Dukungan keamanan ini membantu SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
VPN memungkinkan siswa mengakses sumber daya yang dilindungi jaringan sekolah dari rumah, seperti basis data penelitian berbayar, jurnal akademik, atau repositori data yang relevan dengan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Akses yang dijamin ini memperkuat komitmen SDG 4.7 terhadap pendidikan pembangunan berkelanjutan.
Teknologi ini mendukung integritas akademik dan pengawasan yang bertanggung jawab. Dengan proxy yang terpusat, sekolah dapat memantau pola lalu lintas untuk mengidentifikasi perangkat yang terinfeksi malware atau upaya akses ke situs terlarang, memitigasi risiko keamanan di seluruh jaringan virtual.
Penyediaan layanan VPN dan proxy yang andal untuk PJJ memerlukan investasi dan manajemen TI yang berkelanjutan dari lembaga EdTech. Keputusan untuk menyediakan keamanan off-campus ini menunjukkan komitmen untuk melindungi semua pengguna dan perangkat.
Keamanan koneksi rumah sangat penting dalam konteks proyek kolaboratif global atau tugas yang melibatkan transfer data sensitif (misalnya, penelitian lapangan). VPN menjamin bahwa data proyek yang berkaitan dengan masalah kesehatan (SDG 3) atau inovasi dapat dibagikan dengan aman. Keamanan kemitraan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dengan memastikan koneksi yang aman, sekolah mendukung pengembangan keterampilan digital yang etis siswa. Siswa diajarkan bahwa keamanan online adalah tanggung jawab dan bahwa menggunakan VPN/proxy adalah praktik keamanan profesional. Keterampilan ini relevan untuk pasar kerja.
Pada akhirnya, peran proxy dan VPN dalam PJJ adalah untuk menciptakan perpanjangan lingkungan belajar yang aman dan tepercaya. Dengan melindungi integritas dan privasi data siswa di mana pun mereka berada, teknologi ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan implementasi semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui pendidikan yang aman dan inklusif.