Pemanfaatan Data Besar: AI Menganalisis Log Interaksi ChatGPT untuk Peningkatan Kurikulum.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 16 Nopember 2025 - Pemanfaatan data besar (Big Data) melalui analisis log interaksi ChatGPT adalah metodologi canggih yang memungkinkan institusi pendidikan mendapatkan wawasan mendalam tentang pola belajar siswa dan efektivitas kurikulum. AI dapat menganalisis pertanyaan yang paling sering diajukan, konsep yang paling banyak dicari, atau kesalahan yang paling sering diperbaiki siswa, secara real-time. Wawasan berbasis data ini sangat penting untuk penyesuaian kurikulum yang responsif dan terinformasi, mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Analisis log ini dapat mengidentifikasi kesenjangan kurikulum di mana materi yang diajarkan di kelas tidak sejalan dengan apa yang sebenarnya dicari atau diperjuangkan siswa. Jika AI menunjukkan peningkatan tinggi dalam pertanyaan tentang konsep tertentu, kurikulum dapat direvisi untuk memberikan fokus yang lebih besar pada topik tersebut, menjamin relevansi materi ajar.
Melalui data interaksi, AI dapat memetakan pola belajar dan kebutuhan remedial untuk berbagai kelompok siswa, membantu mengidentifikasi ketidaksetaraan dalam pemahaman konsep inti. Analisis ini memungkinkan intervensi yang ditargetkan untuk kelompok yang tertinggal, berkontribusi pada upaya SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan dalam hasil akademik.
Analisis log dapat mengukur minat siswa terhadap isu-isu Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Jika siswa sering mencari informasi atau solusi terkait energi bersih (SDG 7) atau ketahanan pangan (SDG 2), kurikulum dapat diperkaya dengan proyek-proyek terkait. Wawasan minat ini memperkuat komitmen SDG 4.7 terhadap pendidikan pembangunan berkelanjutan.
Pemanfaatan data besar ini mencerminkan investasi dalam infrastruktur digital dan inovasi kelembagaan. Sekolah yang menggunakan AI untuk analisis data kurikulum menunjukkan komitmen terhadap metodologi berbasis bukti dan modernisasi sistem. Inisiatif teknologi ini sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Wawasan dari log interaksi sangat penting untuk pengembangan profesional guru. Data dapat menunjukkan kepada guru di mana strategi pengajaran mereka kurang efektif, mendorong mereka untuk mencari pelatihan tambahan dalam mengajar konsep-konsep sulit. Peningkatan kompetensi guru berdasarkan data ini selaras dengan tujuan SDG 4c (peningkatan kualitas guru).
Analisis log dapat digunakan untuk menilai efektivitas alat dan sumber daya EdTech lainnya yang diakses siswa melalui prompt AI. Sekolah dapat mengukur ROI (Return on Investment) dari berbagai sumber daya, memastikan anggaran pendidikan dialokasikan secara efisien. Efisiensi ini juga mendukung tujuan keberlanjutan.
Meskipun kuat, analisis data interaksi harus dilakukan dengan perlindungan privasi yang ketat. Data harus di-de-identifikasi dan diagregasi untuk memastikan bahwa wawasan digunakan untuk peningkatan kurikulum, bukan pengawasan individu. Kebijakan privasi yang transparan ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Data ini juga dapat memberikan wawasan tentang kebutuhan keterampilan pasar kerja yang dicari siswa. Jika banyak pertanyaan terkait dengan keterampilan coding atau analisis data, kurikulum dapat disesuaikan untuk memperkuat kompetensi tersebut, mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Pada akhirnya, pemanfaatan Big Data dari interaksi ChatGPT menciptakan mekanisme umpan balik yang adaptif dan berkelanjutan untuk kurikulum. Dengan membiarkan data menginformasikan keputusan pendidikan, sekolah memastikan bahwa sistem pembelajaran mereka responsif, relevan, dan terus berevolusi, yang merupakan fondasi penting bagi keberhasilan implementasi semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).