Model Pembelajaran Blended Learning AI: Menggabungkan Kekuatan Teks ChatGPT, Visual Canva, dan Video YouTube.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 11 Nopember 2025 - Pembelajaran Campuran (Blended Learning) yang efektif menuntut integrasi mulus antara aktivitas tatap muka (sinkron) dan aktivitas digital mandiri (asinkron). Model ini menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk secara radikal mengotomatisasi produksi aset digital, memungkinkan guru mengalihkan fokus dari pembuat konten menjadi fasilitator dan desainer pengalaman belajar. Strategi ini menyatukan Teks (ChatGPT), Visual (Canva), dan Video (YouTube) menjadi siklus pembelajaran yang efisien.
Langkah pertama adalah Otomatisasi Konten Pra-Kelas (Asinkron). Guru menggunakan ChatGPT untuk menghasilkan naskah video instruksional yang koheren dan ringkas. Naskah harus didesain untuk micro-learning (misalnya, $5-7$ menit) dan mencakup hook yang kuat serta pertanyaan pemantik untuk memicu pemikiran sebelum sesi kelas.
Naskah yang telah dibuat ChatGPT kemudian menjadi input untuk Visualisasi Profesional di Canva. Canva berfungsi sebagai studio desain yang mengambil aset tekstual dan mengubahnya menjadi slide deck presentasi yang menarik. Guru memastikan slide tersebut minim teks, kaya visual (diagram, infografis), dan konsisten dengan Brand Kit kelas.
Produksi Video Pembelajaran dilakukan dengan cepat. Guru merekam voice-over (membaca naskah yang sudah dipoles oleh ChatGPT) sambil merekam layar yang menampilkan slide deck Canva. Video ini diunggah ke YouTube (sebaiknya sebagai Unlisted) dan berfungsi sebagai "ceramah" yang ditonton siswa di rumah (fase flipped).
Selanjutnya, guru merancang Tugas Pra-Kelas dan Asesmen Cepat. Guru menggunakan AI (Gemini/ChatGPT) untuk membuat 3-5 pertanyaan pre-assessment yang singkat yang menguji pemahaman dasar dari video YouTube. Pertanyaan ini disajikan melalui platform komunikasi (misalnya, Gmail atau LMS).
Fase Tatap Muka (Sinkron) dimaksimalkan untuk Aktivitas Berorde Tinggi. Karena siswa telah menonton materi dasar, waktu kelas fisik tidak digunakan untuk ceramah. Sebaliknya, guru langsung memulai diskusi, pemecahan masalah berbasis proyek (PjBL), atau aktivitas kolaboratif yang menuntut sintesis dan evaluasi.
Analisis Kesiapan Siswa dilakukan secara real-time sebelum atau selama sesi tatap muka. Data pre-assessment dianalisis oleh AI (Gemini) untuk mengidentifikasi miskonsepsi kolektif dan siswa yang berisiko tertinggal.
Guru menggunakan wawasan AI ini untuk Diferensiasi Intervensi. Guru dapat langsung memfokuskan sesi tatap muka pada topik yang paling membingungkan kelas secara keseluruhan (yang diidentifikasi AI), atau memberikan scaffolding tambahan kepada siswa yang berisiko.
Pengelolaan dan Distribusi diatur melalui Gmail. Guru mengirimkan satu email (draf dibantu AI) yang berisi tautan ke Video YouTube (Unlisted) dan tautan ke Modul Rangkuman PDF (Canva) sebagai paket belajar pra-kelas.
Kesimpulan
Model Blended Learning AI adalah integrasi yang mulus antara produksi konten dan fasilitasi. ChatGPT mengotomatisasi penulisan naskah, Canva mengotomatisasi desain visual instruksional, dan YouTube menyediakan infrastruktur hosting yang stabil. Sinergi ini membebaskan guru dari pekerjaan produksi, memungkinkan mereka mengalihkan fokus ke peran yang paling penting: menjadi arsitek pembelajaran yang fokus pada interaksi dan bimbingan yang berbasis data.