Model Kemitraan Inovatif: Sekolah Bekerja Sama dengan Perusahaan AI dan Teknologi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 21 Nopember 2025 - Model kemitraan inovatif melibatkan sekolah bergerak melampaui hubungan pembeli-penjual tradisional, menuju ko-kreasi dan berbagi sumber daya dengan perusahaan Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Pendidikan (EdTech). Sektor publik menyediakan konteks dan data, sementara sektor swasta menyediakan kecepatan R&D. Kolaborasi ini secara fundamental mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kemitraan ini sangat penting untuk investasi infrastruktur bersama. Perusahaan swasta sering membantu sekolah mengakses cloud computing canggih, proxy server keamanan, dan konektivitas berbiaya rendah, yang diperlukan untuk skala AI. Model berbagi biaya ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Perjanjian kemitraan harus menyertakan mandat ekuitas yang ketat. Sekolah memastikan bahwa mitra swasta menyediakan akses gratis atau bersubsidi tinggi ke alat AI untuk siswa berpenghasilan rendah, menjamin bahwa inovasi berfungsi sebagai penggerak kesetaraan. Hal ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Tata kelola data dan etika adalah inti dari kemitraan. Sekolah harus mewajibkan mitra swasta untuk mematuhi regulasi privasi yang ketat dan menjamin bahwa data siswa tidak digunakan untuk tujuan komersial atau melatih model AI publik tanpa izin. Integritas ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Sektor swasta memainkan peran besar dalam pengembangan profesional guru. Mereka menyediakan pelatihan teknis yang mendalam tentang alat AI baru, sementara sekolah menyediakan validasi pedagogis. Kolaborasi ini memperkuat kapasitas manusia, sejalan dengan tujuan SDG 4c.
Kemitraan harus menciptakan lingkaran umpan balik di mana data kinerja siswa menginformasikan perbaikan produk perusahaan AI. Ini memastikan alat AI terus ditingkatkan untuk menghasilkan lulusan dengan keterampilan yang relevan dengan industri. Hal ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Sekolah dan perusahaan dapat co-design kurikulum yang mengintegrasikan data industri dan skenario Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kemitraan ini memastikan materi ajar relevan dengan tantangan global, seperti analisis kebijakan iklim (SDG 4.7).
Sekolah bertindak sebagai "laboratorium hidup" untuk menguji teknologi. Siswa dan guru memberikan feedback langsung tentang kegunaan alat AI, memastikan produk akhir pedagogis sound dan ramah pengguna. Keterlibatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
PPPs membantu membagi risiko finansial dan teknis dari deployment alat AI yang inovatif, membuat adopsi teknologi mutakhir menjadi lebih terjangkau dan berkelanjutan bagi sektor publik.
Pada akhirnya, model kemitraan inovatif menciptakan siklus di mana kebutuhan publik mendorong inovasi swasta, memastikan transformasi EdTech bersifat jangka panjang, etis, dan mendukung pembangunan sosial secara keseluruhan. Kemitraan yang terukur ini mendukung solusi iklim yang tangguh.