Menyusun Tugas: Bagaimana ChatGPT Membantu Guru Merancang Soal dan Proyek.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 12 Nopember 2025 - Merancang tugas yang efektif, menantang, dan relevan adalah inti dari pekerjaan guru, namun ini merupakan salah satu tugas yang paling memakan waktu dan membutuhkan banyak pertimbangan kognitif. Kecerdasan Buatan (AI) Generatif seperti ChatGPT telah menjadi asisten perancang instruksional yang revolusioner, mengotomatisasi pekerjaan penulisan draf dan struktur untuk soal dan proyek.
Prosesnya dimulai dengan Otomatisasi Pembuatan Soal Ujian. Guru tidak perlu lagi menulis set soal dari nol. Guru dapat memberi prompt kepada ChatGPT untuk menghasilkan berbagai format soal secara instan—mulai dari Pilihan Ganda (PG), Benar/Salah (B/S), hingga Fill-in-the-Blank. Guru dapat menentukan jumlah soal yang diinginkan dan meminta AI untuk segera menyertakan kunci jawaban dan penjelasan singkat.
ChatGPT memungkinkan Penyusunan Soal Berbasis Taksonomi Kognitif. Guru yang mahir dapat menggunakan prompt engineering untuk meminta AI menargetkan tingkat kesulitan spesifik (misalnya, Taksonomi Bloom). Prompt dapat berbunyi: "Buatkan 3 soal PG yang menguji pemahaman (C2), 3 soal yang menguji aplikasi (C3), dan 1 soal esai singkat yang menguji evaluasi (C5) untuk topik [X]." Ini membantu guru memastikan asesmen mereka komprehensif.
Dalam merancang proyek, ChatGPT berfungsi sebagai Asisten Desain Kurikulum Cepat. Guru dapat meminta AI untuk: (1) Merumuskan Pertanyaan Pemandu (Driving Question) yang kuat dan autentik untuk proyek PBL. (2) Membuat kerangka (outline) proyek yang logis, lengkap dengan pembagian milestone dan alokasi waktu per fase. (3) Menulis brief proyek yang jelas dan ringkas untuk siswa.
ChatGPT juga sangat membantu dalam Membuat Rubrik Penilaian yang Terstruktur. Penilaian proyek subjektif memerlukan rubrik yang jelas. Guru dapat memberi prompt AI untuk membuat rubrik berdasarkan kriteria yang kompleks (misalnya, penilaian kolaborasi, orisinalitas ide, dan kualitas komunikasi visual), menghemat waktu yang signifikan dalam mendefinisikan standar penilaian.
Untuk tugas yang menguji pemikiran kritis, AI dapat digunakan untuk Menciptakan Skenario dan Data Otentik. Guru dapat meminta AI untuk: "Buatkan skenario studi kasus 3 paragraf tentang [Konflik Etika Bisnis] yang relevan untuk siswa SMA. Sertakan 3 dilema moral di akhir skenario." Ini memberikan siswa materi yang kaya dan menantang untuk dianalisis.
Asesmen Formatif Instan dipermudah. Guru dapat menggunakan ChatGPT untuk membuat serangkaian soal check-in cepat (PG atau B/S) yang dapat dikirimkan langsung ke siswa (misalnya, via WhatsApp Web). AI kemudian dapat digunakan untuk menganalisis jawaban siswa dan mengidentifikasi miskonsepsi secara kolektif.
Kesimpulan
ChatGPT telah merevolusi proses menyusun tugas. AI berfungsi sebagai arsitek instruksional yang mengotomatisasi pekerjaan penulisan, struktur, dan desain rubrik. Dengan mendelegasikan tugas drafting dasar ini ke AI, guru dapat fokus pada tugas bernilai tinggi: memverifikasi akurasi data, menambahkan konteks lokal yang unik, dan merancang tugas yang secara sadar menuntut sintesis pemikiran manusiawi.