Menilai Sumber Video: Mengajarkan Kritis Media terhadap Konten Edukasi YouTube.
s2tp.fip.unes.ac.id, 15 Nopember 2025 - Kolom komentar YouTube di bawah video pembelajaran adalah sumber daya yang kaya namun kacau—penuh dengan pertanyaan, umpan balik, dan miskonsepsi dari siswa. Menganalisis ribuan komentar secara manual untuk menemukan pola dan action item (tugas yang dapat ditindaklanjuti) adalah pekerjaan yang mustahil bagi guru. Kecerdasan Buatan (AI)—terutama Gemini/ChatGPT—dapat berfungsi sebagai Analis Komentar yang mengukur kualitas pemahaman siswa terhadap video pembelajaran (yang dibuat di Canva) secara berskala.
1. Peran AI: Ekstraksi Data Kualitatif dari Komentar
AI harus mengambil teks bebas (free text) dari kolom komentar YouTube dan mengubahnya menjadi data terstruktur yang dapat diukur.
Pengumpulan Data: Guru menyalin (copy) dan menempelkan (paste) komentar video (atau menggunakan API, jika tersedia) ke antarmuka AI (Gemini/ChatGPT).
Klasifikasi Intent (Tujuan): AI mengklasifikasikan setiap komentar berdasarkan niat siswa: (1) Pertanyaan Konseptual: Menunjukkan kebingungan atau pemikiran kritis. (2) Jawaban Tugas: Siswa merespons Call-to-Action (CTA) guru. (3) Komentar Emosional/Afirmatif: Hanya berupa "Suka," "Terima kasih," atau emojis.
Analisis Sentimen Kognitif: AI menganalisis sentimen melampaui "positif/negatif". AI menilai kualitas emosional terkait pembelajaran: apakah siswa tampak bingung, antusias, terkejut, atau kritis?
2. Mengukur Pemahaman (Analisis Kualitas Kognitif)
AI menggunakan Natural Language Processing (NLP) untuk menilai kedalaman pemahaman siswa berdasarkan teks komentar.
Deteksi Miskonsepsi: Ini adalah fungsi terpenting. Guru memberi prompt kepada AI (Gemini) untuk: "Ambil semua komentar yang merupakan pertanyaan dan identifikasi 3 miskonsepsi paling umum yang muncul. Berikan alasannya." AI dapat mengaitkan pertanyaan siswa dengan konsep inti kurikulum.
Penskoran Kualitas Argumen: Jika guru memberi tugas yang harus dijawab di kolom komentar ("Jelaskan implikasi konsep X"), AI dapat memberi skor pada jawaban berdasarkan:
Koherensi Argumen: Seberapa logis alur penjelasannya (dinilai oleh ChatGPT).
Kualitas Bukti: Apakah siswa menggunakan terminologi yang benar (dinilai oleh Gemini).
Korelasi Komentar dengan Desain Canva: AI menganalisis: "Apakah ada lonjakan pertanyaan setelah [Menit X] di mana slide [Desain Canva] muncul? Jika ya, slide tersebut mungkin ambigu dan perlu direvisi."
3. Output Analitik dan Intervensi
Hasil analisis AI harus diubah menjadi tindakan pedagogis.
Laporan Persona: AI mengelompokkan siswa ke dalam persona (misalnya, The Synthesizer, The Silent Deep Thinker, The Off-Topic Contributor).
Sintesis Umpan Balik Kolektif: AI merangkum temuan terburuk untuk guru.
Aksi Guru: Guru mem-posting ringkasan klarifikasi (hasil analisis AI) kembali ke grup WA Web atau forum untuk menutup feedback loop secara instan.
Intervensi Personal: Berdasarkan analisis, guru dapat mengirim pesan pribadi (via WA Web) kepada siswa yang terdeteksi pasif atau miskonsepsi (membutuhkan intervensi one-on-one).
Kesimpulan
AI telah mengubah kolom komentar YouTube dari sekadar forum sosial menjadi laboratorium Learning Analytics yang berharga. AI berfungsi sebagai analis kualitatif yang mengukur kedalaman kognitif, mendeteksi miskonsepsi, dan menganalisis sentimen. Dengan mengotomatisasi analisis ini, guru dapat memperoleh umpan balik yang cepat dan terstruktur tentang efektivitas video pembelajaran Canva mereka, memungkinkan revisi konten yang berbasis data.