Mengukur Perhatian Visual: Riset MTP tentang Penggunaan Eye-Tracking untuk Mengoptimalkan Desain Media Pembelajaran.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 27 Nopember 2025 - Riset yang dilakukan program Magister Teknologi Pendidikan berfokus pada penggunaan teknologi Eye-Tracking untuk secara objektif mengukur dan menganalisis pola perhatian visual siswa saat mengonsumsi media pembelajaran digital. Tujuan utama adalah mengidentifikasi dan meminimalkan gangguan visual, yang secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Metodologi riset ini (SDG 9) menggunakan data kuantitatif yang sangat presisi (seperti heatmaps, gaze plots) untuk menilai desain antarmuka. Penelitian bertujuan memastikan tata letak informasi, penempatan gambar, dan urutan teks digital dioptimalkan untuk efisiensi kognitif siswa.
Temuan riset Magister Teknologi Pendidikan memvalidasi penerapan Teori Beban Kognitif (Cognitive Load Theory). Eye-Tracking mengkonfirmasi bahwa desain media yang mengacu pada teori ini (misalnya, menempatkan teks di dekat gambar yang relevan) berhasil mengurangi beban extraneous pada memori kerja siswa.
Riset sangat penting untuk identifikasi distraksi. Eye-Tracking secara objektif menunjukkan elemen mana dalam media digital (misalnya, iklan yang berkedip, elemen navigasi yang tidak perlu) yang secara tidak sengaja menarik perhatian siswa dari konten instruksional inti.
Aspek krusial adalah etika dan privasi (SDG 16). Penggunaan data biometrik (data tatapan mata) yang sensitif ini mewajibkan protokol riset yang ketat untuk anonimisasi data, persetujuan yang diinformasikan, dan penyimpanan data yang aman.
Riset harus menjamin ekuitas dalam desain visual (SDG 10). Penelitian Eye-Tracking diuji pada sampel siswa yang beragam untuk memastikan bahwa desain visual (misalnya, skema warna, kompleksitas grafis) efektif dan tidak bias secara budaya atau merugikan siswa dengan literasi digital rendah.
Temuan riset Magister Teknologi Pendidikan diterjemahkan menjadi panduan praktis untuk guru (SDG 4c). Guru dilatih tentang cara menyusun slides atau video yang secara visual efektif dan bagaimana memilih template yang optimal berdasarkan bukti ilmiah.
Riset Eye-Tracking diterapkan pada konten Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penelitian mengukur bagaimana siswa memproses visualisasi data yang kompleks (misalnya, grafik perubahan iklim), memastikan bahwa desain grafis menyampaikan urgensi dan relevansi sosial secara efektif. Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Pengukuran perhatian visual berkorelasi dengan efikasi pembelajaran dan kesiapan kerja (SDG 8). Data Eye-Tracking memvalidasi produk yang berhasil mempertahankan fokus siswa pada keterampilan yang dibutuhkan, memprediksi hasil yang lebih baik.
Pada akhirnya, riset Magister Teknologi Pendidikan menjamin bahwa desain media digital berakar pada ilmu kognitif dan berpusat pada manusia, menghasilkan sumber daya pembelajaran yang berkelanjutan dan memitigasi digital stress. Hal ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being).