Mengintegrasikan AI dan Machine Learning ke dalam Materi Ajar Kurikulum: Peran Magister Teknologi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Integrasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Machine Learning (ML) ke dalam kurikulum telah menjadi keharusan, dan lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan (MTP) adalah spesialis yang memimpin proses ini. Peran mereka adalah menjembatani kompleksitas teknis AI/ML dengan prinsip pedagogis yang kuat dan mudah diimplementasikan guru. MTP memastikan bahwa kurikulum tidak hanya mengajarkan penggunaan tool, tetapi juga pemahaman fundamental tentang cara kerja algoritma. Keahlian ini sangat penting untuk menghasilkan generasi yang siap berinovasi di era digital.
Lulusan MTP memulai dengan Analisis Kesenjangan yang ketat, membandingkan skill lulusan saat ini dengan tuntutan industri yang membutuhkan kompetensi AI/ML. Analisis ini membenarkan perlunya integrasi topik seperti etika data, bias algoritma, dan pattern recognition di kurikulum. Mereka menggunakan tool analisis data untuk mengidentifikasi di mana dan mengapa integrasi AI/ML paling diperlukan. Analisis berbasis data ini adalah fondasi ilmiah untuk perubahan kurikulum yang diusulkan.
Dalam desain kurikulum, MTP memastikan konsep AI/ML diintegrasikan secara lintas mata pelajaran dan tidak hanya terbatas pada mata pelajaran teknologi. Konsep algoritma diajarkan melalui pemecahan masalah di Matematika, sementara etika data dibahas di Ilmu Sosial. Desain ini memastikan siswa mengembangkan Computational Thinking sebagai skill universal. Mereka merumuskan tujuan pembelajaran yang mengukur kemampuan siswa menganalisis output AI secara kritis.
Penerapan praktis AI/ML dilakukan melalui penggunaan tool generatif seperti Gemini dan ChatGPT sebagai objek studi. MTP memandu guru untuk menugaskan siswa menganalisis output AI, mendeteksi potensi bias dalam respons, atau membandingkan efisiensi algoritma yang berbeda. Gemini digunakan untuk mendemonstrasikan bagaimana model ML bekerja dalam menganalisis dataset sederhana atau gambar. Pendekatan ini mengubah AI menjadi materi pembelajaran yang dapat diuji.
Lulusan MTP memegang peran dualisme, menyediakan dukungan teknis dan pedagogis bagi guru yang mengajar materi baru ini. Mereka membantu guru menyiapkan lingkungan coding sederhana atau interface AI yang aman untuk eksperimen siswa. Di sisi pedagogis, mereka merancang panduan instruksional yang membantu guru menjelaskan konsep ML yang abstrak dengan analogi yang relevan. Technical know-how mereka mendukung efektivitas pengajaran.
MTP memastikan komponen kurikulum mencakup penciptaan konten multimodal yang kaya untuk pengajaran AI/ML. Mereka merancang simulasi yang menunjukkan bagaimana data bias memengaruhi hasil ML, yang sulit dijelaskan hanya dengan teks. Konten visual dan interaktif ini membantu siswa memvisualisasikan proses yang kompleks. Mereka menggunakan AI untuk membuat skenario etika yang realistis dan berbasis studi kasus.
Aspek etika dan bias data adalah komponen wajib yang dirancang oleh spesialis MTP untuk mempromosikan tanggung jawab digital. Mereka mengembangkan modul yang secara eksplisit membahas algorithmic fairness dan dampak ML pada masyarakat. Kurikulum ini mengajarkan siswa untuk menjadi pengguna AI yang etis dan waspada. Gemini digunakan untuk menganalisis dan mendiskusikan output AI yang bias.
Penilaian diarahkan untuk mengukur literasi AI dan pemahaman siswa tentang konsep inti ML, bukan hanya kemampuan coding tingkat lanjut. MTP merancang rubrik yang menilai kemampuan siswa untuk mengevaluasi source credibility data yang digunakan AI. Penilaian ini mengukur pemikiran tingkat tinggi dan pemahaman siswa tentang keterbatasan teknologi.
Pengembangan profesional guru harus intensif dan berkelanjutan, dipimpin oleh lulusan MTP. Pelatihan berfokus pada prompt engineering etis dan troubleshooting dasar error AI yang mungkin dihadapi siswa. Program PD ini sangat penting untuk adopsi AI/ML secara massal dan bertanggung jawab di sekolah.
Integrasi AI/ML yang dipimpin MTP ini adalah strategi vital untuk menciptakan kurikulum yang tahan masa depan (future-proof). Upaya ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan mempersiapkan siswa secara sistematis untuk ekonomi global yang didominasi oleh kecerdasan buatan. MTP menjamin bahwa inovasi teknologi terjadi dalam kerangka pendidikan yang terstruktur dan etis.