Menganalisis Keterlibatan di WA Web: AI Mengukur Partisipasi Siswa dan Kualitas Diskusi (ChatGPT/Gemini).
s2tp.fip.unesa.ac.id, 4 Nopember 2025 - WA Web telah menjadi ruang kelas asinkron yang vital, tetapi mengukur kualitas keterlibatan siswa di dalamnya (selain dari skor tugas) adalah tantangan besar. Kecerdasan Buatan (AI), melalui Gemini dan ChatGPT, dapat mengubah transkrip diskusi yang kacau menjadi data terstruktur, memungkinkan guru mengukur partisipasi siswa dan menganalisis kualitas diskusi.
1. Peran AI: Pemetakan dan Penskoran Keterlibatan
AI berfungsi sebagai "Analisis Jaringan Sosial Kognitif" yang tidak hanya menghitung volume pesan, tetapi juga substansi dan peran siswa dalam diskusi.
Akuisisi Data: Guru menyalin transkrip diskusi grup WA Web (atau log pesan) ke antarmuka AI.
Penskoran Partisipasi Kuantitatif (ChatGPT/Gemini):
Volume dan Timing: AI menghitung frekuensi post per siswa dan menganalisis timestamp (misalnya, "Apakah siswa ini hanya posting di menit terakhir batas waktu, atau aktif sepanjang hari?").
Peran Diskusi: AI mengidentifikasi peran pesan (misalnya, Question, Answer, Clarification, Challenge, Off-Topic). Ini memberikan metric yang lebih baik daripada sekadar jumlah pesan.
Penskoran Kualitas Diskusi (Gemini): Gemini, dengan kemampuan reasoning yang kuat, ideal untuk menilai kedalaman kognitif.
Analisis Koherensi Argumen: Gemini menganalisis pesan siswa yang diklaim sebagai 'jawaban' atau 'analisis' dan menilai seberapa baik mereka menggunakan bukti, referensi, atau konsep yang diajarkan dalam kurikulum.
Deteksi Kualitas Pertanyaan: AI menilai apakah pertanyaan yang diajukan siswa bersifat dangkal (surface-level) atau menantang dan mendalam (deep-level), yang merupakan indikator keterlibatan kognitif tinggi.
2. Algoritma Kualitas Diskusi Berbasis Teks
Gemini dan ChatGPT menggunakan metode berbeda untuk analisis kualitas:
Analisis Sentimen dan Nada (ChatGPT): ChatGPT dapat mengukur nada dan emosi dalam diskusi.
Deteksi Eskalasi: AI dapat mendeteksi pesan yang bersifat konfrontatif atau tidak suportif (unsupportive), yang dapat menjadi flag bagi guru untuk intervensi sosial-emosional.
Identifikasi Pesan Suportif: Sebaliknya, AI juga mengidentifikasi siswa yang paling sering memberikan dorongan (affirmation) atau mengklarifikasi materi untuk rekan-rekan mereka.
Analisis Gap Pengetahuan (Knowledge Gap Analysis) (Gemini):
Identifikasi Need for Clarification: Gemini memproses pesan-pesan yang meminta klarifikasi dan mengelompokkannya. Jika 80% siswa meminta klarifikasi pada [Konsep X], itu menunjukkan gap pengajaran, bukan gap siswa.
Pelacakan Pertumbuhan Kognitif: AI melacak bagaimana kualitas argumen seorang siswa berkembang dari diskusi ke diskusi lainnya.
3. Laporan Wawasan yang Actionable
Output dari AI harus berupa laporan yang mudah dibaca oleh guru, siap untuk tindakan selanjutnya.
Laporan Persona Partisipasi: AI mengkategorikan siswa menjadi beberapa persona (misalnya, The Leader (volume tinggi, kualitas tinggi), The Silent Deep Thinker (volume rendah, kualitas sangat tinggi), The Off-Topic Contributor).
Intervensi Keterlibatan (WA Web):
Targeting Silent Deep Thinker: Guru dapat menggunakan Gemini untuk membuat prompt pribadi yang mendorong siswa pendiam: "Saya melihat ide Anda tentang [Konsep Z] sangat orisinal. Bisakah Anda jelaskan 2 poin lagi di grup?" (Dikirim via PM WA Web).
Mengarahkan Off-Topic Contributor: Guru dapat mengirim pesan korektif yang lembut dan privat, yang drafnya dibuat oleh AI, kepada siswa yang sering off-topic.
Kesimpulan
Menganalisis keterlibatan di WA Web dengan AI mengubah interaksi sosial menjadi data pembelajaran yang kuat. Gemini unggul sebagai analis kualitatif mendalam yang mengukur reasoning dan menemukan gap pengetahuan. ChatGPT unggul dalam penskoran volume dan peran serta analisis nada. Kombinasi ini memberikan guru wawasan terperinci tentang dinamika kelas dan kualitas pemikiran yang mendasari percakapan online, memungkinkan intervensi pengajaran yang tepat dan personal.