Menganalisis Efektivitas Kurikulum Menggunakan Learning Analytics dan Alat dari Magister Teknologi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Menganalisis efektivitas kurikulum merupakan tugas berkelanjutan yang kini didominasi oleh penggunaan Learning Analytics (LA), sebuah keahlian inti Program Magister Teknologi Pendidikan. LA berfungsi sebagai mata pengawas yang mengubah data mentah interaksi siswa menjadi bukti empiris untuk evaluasi kurikulum. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan adalah spesialis yang merancang kerangka kerja untuk mengumpulkan, memproses, dan menafsirkan data ini. Tujuan utamanya adalah memastikan kurikulum responsif dan berbasis bukti, bukan hanya intuisi.
Proses analisis dimulai dengan identifikasi sumber data yang relevan dengan pembelajaran, seperti log aktivitas LMS, data kehadiran digital, dan catatan skor tes. Data ini menyediakan metrik objektif mengenai perilaku siswa dan kinerja mereka. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan bertanggung jawab untuk membersihkan dan menstrukturkan data tersebut agar siap untuk analisis. Pengumpulan data yang terstruktur ini adalah fondasi yang kokoh untuk LA yang andal.
Peran sentral AI dalam LA diemban oleh Gemini AI, yang digunakan untuk melakukan analisis statistik yang kompleks dan cepat. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan menggunakan Gemini untuk mengidentifikasi korelasi signifikan antara perilaku belajar (misalnya, frekuensi login atau waktu yang dihabiskan pada video) dan hasil ujian akhir. Gemini membantu mengungkapkan pola yang tersembunyi dalam data yang tidak dapat dilihat melalui analisis statistik sederhana. Kecepatan analisis AI ini mempercepat waktu feedback loop kurikulum.
LA mengukur metrik perilaku siswa untuk menilai efektivitas desain kurikulum digital. Metrik ini meliputi engagement rate (frekuensi interaksi dengan konten), tingkat penyelesaian modul, dan path analysis (urutan siswa mengonsumsi konten). Data ini memberikan insight apakah materi ajar engaging dan mudah dinavigasi. Metrik perilaku ini menjadi indikator awal terhadap potensi kegagalan akademik.
Analisis juga fokus pada metrik kognitif untuk mengukur learning gains atau peningkatan pemahaman siswa. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan menggunakan data skor tes awal dan akhir untuk menghitung laju peningkatan belajar siswa. LA membantu mengidentifikasi bottleneck kurikulum, yaitu konsep spesifik di mana kegagalan siswa paling banyak terjadi. Penargetan bottleneck ini memungkinkan intervensi kurikulum yang sangat efisien.
Metodologi evaluasi kurikulum yang diajarkan Program Magister Teknologi Pendidikan menggunakan pendekatan dual, memadukan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif (LA) menjelaskan apa yang terjadi (misalnya, skor rendah), sementara data kualitatif (analisis sentimen feedback) menjelaskan mengapa. Triangulasi data ini memberikan pemahaman yang holistik dan kontekstual tentang efektivitas kurikulum. Pendekatan ini memastikan evaluasi bersifat mendalam.
Temuan dari LA secara langsung menginformasikan intervensi kurikulum dan adaptasi konten. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa data yang menunjukkan kesalahan umum memicu pengiriman otomatis modul remedial. Intervensi dapat berupa micro-content baru yang dibuat Gemini dan dikirimkan segera kepada siswa yang berjuang. LA mengubah kurikulum menjadi sistem yang responsif.
ulusan Program Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa rekomendasi ini ditargetkan dan dapat ditindaklanjuti. Siklus perbaikan ini adalah kunci keberlanjutan kurikulum.
Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan juga melatih guru di lapangan untuk memahami dan menggunakan dashboard LA sederhana. Mereka memastikan bahwa guru dapat menginterpretasikan metrik dasar dan menggunakan insight data untuk mempersonalisasi pengajaran harian mereka. Demokratisasi data ini menjadikan analisis kurikulum sebagai tanggung jawab bersama di sekolah.
Secara keseluruhan, strategi evaluasi kurikulum berbasis LA yang dipimpin oleh lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan sangat vital untuk keputusan evidence-based. Pendekatan sistematis ini menjamin kurikulum sekolah tetap efektif, adaptif, dan mendukung Pencapaian Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dengan menghasilkan pengalaman belajar yang terukur dan efisien.