Mendefinisikan Ulang Sekolah: Peran AI dan Teknologi Pendidikan dalam Transformasi Pendidikan Abad 21.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 21 Nopember 2025 - Definisi sekolah di Abad 21 beralih dari tempat fisik untuk mentransfer informasi menjadi ekosistem pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada siswa, yang didukung oleh Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Pendidikan (EdTech). AI memastikan bahwa pembelajaran berfokus pada mastery dan personalisasi kecepatan, bukan pada jadwal kelas yang kaku. Transformasi fokus dari konten ke kompetensi ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Di lingkungan yang didefinisikan ulang ini, ruang fisik kelas bertransformasi menjadi laboratorium kolaborasi dan mentorship hub. EdTech menyediakan alat untuk simulasi, akses ke sumber daya global, dan pengalaman virtual. Sekolah menjadi pusat tempat siswa berinteraksi dan memecahkan masalah, yang mengandalkan infrastruktur digital yang kuat, sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
AI memegang peran penting dalam personalization dan inklusi. Sistem adaptif yang didorong AI secara instan mengidentifikasi kekurangan pengetahuan individu dan memberikan remedial yang ditargetkan, secara efektif menghilangkan kesenjangan pembelajaran. Akses yang disesuaikan ini adalah kunci untuk mengurangi disparitas, mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Peran guru mengalami evolusi drastis; mereka menjadi fasilitator kognitif, kurator etika, dan penyedia dukungan emosional. AI mengambil alih tugas instruksi rutin dan analisis data, membebaskan guru untuk fokus pada pembinaan keterampilan soft skill dan pemikiran kritis siswa. Peningkatan peran ini menuntut kompetensi yang lebih tinggi, sejalan dengan tujuan SDG 4c.
Kurikulum menjadi dinamis dan relevan, terus diperbarui dengan data real-time tentang isu-isu global. EdTech memungkinkan siswa melakukan proyek yang berpusat pada solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti menganalisis data perubahan iklim (SDG 4.7) atau merancang solusi energi lokal.
Sistem penilaian bertransisi dari ujian berbasis memori menjadi penilaian yang autentik dan berkelanjutan yang menguji sintesis dan kreativitas. AI membantu menjaga integritas penilaian yang kompleks dan unik ini, yang merupakan komponen penting dari tata kelola yang bertanggung jawab.
Sekolah yang baru ini bertujuan untuk menanamkan keterampilan digital dan kesiapan kerja yang relevan. Siswa diajarkan prompt engineering, kolaborasi Manusia-AI, dan etika data, yang semuanya merupakan prasyarat untuk angkatan kerja yang didominasi AI. Penekanan pada keterampilan masa depan ini mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui platform EdTech dan koneksi yang aman, sekolah menjadi bagian dari komunitas global. Siswa dapat berkolaborasi dengan ahli atau rekan sejawat di seluruh dunia untuk proyek bersama, mengubah ruang kelas menjadi lingkungan yang terhubung secara internasional. Globalisasi pembelajaran ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Desain ulang sekolah juga menempatkan etika dan tata kelola data di garis depan. Sekolah harus memastikan transparansi dalam penggunaan AI dan perlindungan ketat terhadap data siswa, yang sangat penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap sistem digital.
Pada akhirnya, sekolah yang didefinisikan ulang oleh AI dan EdTech adalah model yang adaptif dan tangguh, dirancang untuk membekali siswa dengan alat yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global dan mencapai tujuan sosial, menjadikan pendidikan sebagai kekuatan pendorong utama menuju pembangunan berkelanjutan. .