Menciptakan Sekolah Smart: Model Transformasi Pendidikan Berbasis Data dan Otomatisasi AI.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 21 Nopember 2025 - Menciptakan Sekolah Smart adalah puncak integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Pendidikan (EdTech), di mana semua sistem sekolah—mulai dari LMS, keamanan proxy, hingga penilaian—terhubung dalam satu ekosistem data terpadu. AI berfungsi sebagai otak yang mengotomatisasi proses pengambilan keputusan dan operasional. Fondasi digital yang cerdas ini secara fundamental mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Di Sekolah Smart, AI mengotomatisasi personalisasi pembelajaran dengan skala besar. AI menganalisis setiap interaksi siswa untuk menyesuaikan tingkat kesulitan konten, memberikan remediasi instan, dan menyesuaikan kecepatan belajar. Otomatisasi personalisasi ini menjamin pengalaman belajar berkualitas tinggi untuk semua, mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Otomatisasi AI secara signifikan mengurangi beban administrasi staf. AI menangani penjadwalan, pengelolaan sumber daya, pelaporan kepatuhan, dan komunikasi rutin, membebaskan waktu staf dan guru untuk fokus pada interaksi manusiawi yang bernilai tinggi. Efisiensi kerja ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Analitik prediktif AI digunakan untuk alokasi sumber daya yang adil. Dengan memproses log data, AI mengidentifikasi siswa mana yang paling berisiko drop-out atau gagal, memastikan bahwa dukungan bimbingan dan tutoring AI yang mahal disalurkan kepada mereka yang paling membutuhkannya secara akurat. Strategi ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
AI memberdayakan guru dengan wawasan yang actionable dan ringkas. Guru menerima laporan yang difilter dan diprioritaskan oleh AI, memungkinkan mereka mengalihkan fokus dari data entry ke mentoring, intervensi emosional, dan pengembangan keterampilan soft skill. Peningkatan peran guru ini sejalan dengan tujuan SDG 4c.
Sekolah Smart menerapkan tata kelola dan keamanan berlapis. Sistem menggunakan AI yang terintegrasi dengan proxy untuk pemfilteran ancaman yang cerdas dan autentikasi perilaku, melindungi data sensitif siswa dan sistem dari serangan. Pengawasan yang bertanggung jawab ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
AI juga digunakan untuk deteksi dini kesejahteraan. Dengan menganalisis pola proxy log yang tidak biasa (misalnya, aktivitas online yang tidak lazim atau penurunan engagement), AI dapat memprediksi stres atau kecemasan akademik, memicu intervensi konseling yang proaktif. Hal ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being.
Otomatisasi AI memastikan kurikulum selalu relevan dengan mengintegrasikan data real-time tentang isu-isu global. AI dapat secara otomatis memperbarui modul dengan studi kasus yang berkaitan dengan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti data terbaru tentang transisi energi. Pengarahan kurikulum ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Sistem otomatis menyediakan umpan balik dan agency yang tinggi kepada siswa. Siswa menerima feedback instan dan melihat visualisasi kemajuan mereka, yang mendorong motivasi dan kepemilikan atas jalur belajar mereka. .
Pada akhirnya, model Sekolah Smart menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, efisien, dan tahan banting. Otomatisasi AI memastikan bahwa sistem ini dapat mempertahankan kualitas dan relevansi pendidikan di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat, yang merupakan fondasi penting bagi keberhasilan implementasi semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).