Membuat Modul Ajar Universal: Strategi AI Mengintegrasikan Canva dan Google Translate untuk Kelas Global.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 7 Nopember 2025 - Modul Ajar Universal adalah materi pembelajaran yang dirancang untuk dapat diakses, dipahami, dan relevan bagi siswa di berbagai lokasi geografis dan latar belakang linguistik. Penciptaan modul semacam ini membutuhkan kombinasi desain visual yang kuat (Canva), adaptasi bahasa massal (Google Translate), dan kerangka kurikulum yang efisien yang disediakan oleh Kecerdasan Buatan (AI).
1. Peran AI: Arsitek Kurikulum dan Konten Inti
AI (Gemini/ChatGPT) bertanggung jawab untuk menciptakan struktur modul yang netral secara budaya dan konten teks yang ringkas.
Desain Kurikulum Netral: Guru memberi prompt kepada AI untuk membuat kerangka modul yang fokus pada keterampilan inti universal dan konsep ilmiah/matematis yang tidak terikat pada konteks lokal tertentu.
Prompt Aksi: "Buatkan 5 Tujuan Pembelajaran untuk Modul 'Prinsip Keterapungan' yang bebas dari contoh budaya lokal. Gunakan terminologi internasional."
Penulisan Naskah yang Ringkas (Micro-Content): AI menghasilkan teks modul yang sangat ringkas dan padat. Teks yang ringkas adalah prasyarat keberhasilan terjemahan GT (meminimalkan ambiguitas) dan desain visual Canva (meminimalkan kepadatan teks).
Verifikasi Fakta: Gemini (dengan kemampuan pencarian real-time) digunakan untuk memverifikasi akurasi informasi dasar sebelum teks diserahkan untuk desain dan terjemahan.
2. Google Translate: Mesin Penerjemah Massal
GT digunakan untuk menangani tugas penerjemahan massal secara cepat, yang menjadi tulang punggung dari aspek "Universal" modul ini.
Pengumpulan Teks Inti: Semua teks modul (tujuan, instruksi, definisi) dari output AI dikumpulkan di Google Docs.
Penerjemahan Bertarget: GT menerjemahkan teks ke 2–3 bahasa utama yang dibutuhkan kelas global.
Adaptasi Etnis (Opsional): Guru dapat menggunakan AI (Gemini/ChatGPT) untuk meninjau terjemahan GT dan memberi prompt untuk sedikit menyesuaikannya agar lebih sesuai dengan dialek daerah tertentu (misalnya, Bahasa Inggris AS vs. Inggris UK), meningkatkan relevansi lokal.
3. Canva: Desain Universal dan Adaptasi Visual
Canva memastikan modul ini dapat diakses oleh pembelajar visual, terlepas dari bahasa yang mereka kuasai.
Desain Template Universal: Guru membuat satu template modul yang sangat kaya akan ikon, ilustrasi, dan diagram, dan miskin akan teks.
Aturan Desain: Gunakan ikonografi universal (panah, tanda centang, simbol matematis) dan gambar yang tidak merujuk pada budaya tertentu.
Alur Kerja Duplikasi:
Desain modul visual diselesaikan di Canva (misalnya, Versi Bahasa Indonesia).
Desain diduplikasi menjadi Versi Spanyol dan Versi Perancis.
Guru hanya mengganti teks (dari GT) di template duplikat.
Aksesibilitas Warna: Canva digunakan untuk memastikan desain menggunakan kontras warna yang tinggi dan font yang mudah dibaca, mematuhi standar aksesibilitas visual.
4. Distribusi dan Keterlibatan Global
Distribusi Multibahasa: Modul (dalam format PDF/Gambar) dikirim kepada siswa berdasarkan bahasa ibu mereka (misalnya, melalui email atau platform LMS).
Interaksi Inti: Video atau instruksi lisan guru yang menyertai modul harus fokus pada visual dan konsep (yang sama di semua bahasa) alih-alih pada terjemahan teks, mendorong interaksi universal.
Kesimpulan
Penciptaan Modul Ajar Universal adalah sebuah proses transformasi konten. AI adalah perencana strategis yang memastikan konten inti ringkas dan netral. Google Translate adalah mesin adaptasi massal yang efisien. Dan Canva adalah studio desain yang membingkai konten tersebut secara visual agar dapat diakses oleh pembelajar visual di mana saja. Sinergi ini memungkinkan EdTech menjangkau khalayak global dengan materi yang konsisten, berkualitas, dan relevan.