Memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai Fondasi Kurikulum Digital: Peran Magister Teknologi Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai fondasi kurikulum digital adalah strategi penting yang dipimpin oleh lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan. LMS berfungsi sebagai pusat sentral yang mengorganisir, menyampaikan, dan melacak seluruh proses pembelajaran online. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa LMS diintegrasikan secara sistematis untuk mendukung tujuan pedagogis, melampaui fungsi administratifnya. Integrasi yang berhasil mengubah LMS menjadi lingkungan belajar yang koheren dan terpadu.
Peran pertama lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan adalah pemilihan strategis dan kustomisasi LMS yang sesuai (fase Analisis/Desain). Mereka mengevaluasi fitur platform berdasarkan kebutuhan kurikulum (misalnya, dukungan untuk Project-Based Learning atau multimodal content). Pemilihan LMS harus selaras dengan infrastruktur teknis sekolah dan skill literasi digital guru. Keputusan ini menjamin LMS yang dipilih dapat menopang visi kurikulum.
Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan mendesain arsitektur instruksional LMS agar secara logis merefleksikan alur kurikulum. Mereka memastikan sequencing modul, tautan sumber daya, dan file tugas ditempatkan sesuai dengan progresi pedagogis yang direncanakan. Desain user interface (UX/UI) harus intuitif, mencegah LMS menjadi labirin file yang membingungkan siswa. Desain yang terstruktur ini adalah kunci keberhasilan belajar mandiri.
Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan memimpin transformasi dan migrasi konten ke LMS (fase Pengembangan). Mereka memastikan materi kurikulum statis (PDF) diubah menjadi aset digital yang dinamis, seperti e-modules interaktif, simulasi, atau quick quiz online. Mereka menggunakan tool AI seperti Gemini AI untuk memperkaya konten dan menciptakan learning objects yang relevan. Pengembangan konten yang diolah AI ini meningkatkan kualitas dan skalabilitas.
Mereka memastikan keselarasan penilaian dalam LMS, menetapkan rubrik dan setting kuis yang sesuai dengan standar kurikulum formal. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan mengintegrasikan AI untuk otomasi penilaian terstruktur dan feedback awal yang cepat. Penilaian yang terintegrasi ini menjamin konsistensi grading dan akuntabilitas akademik.
Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan menetapkan LMS sebagai pusat data Learning Analytics (LA) utama sekolah. Mereka merancang protokol untuk melacak metrik penting seperti clickstream data, time-on-task, dan engagement rate siswa. Data ini sangat penting untuk evaluasi kurikulum dan menjadi insight untuk data-driven decision-making.
Integrasi fungsi adaptif adalah peran kunci MTP. Mereka memastikan bahwa fitur adaptive release di LMS digunakan untuk menciptakan Personalized Learning Paths (PLPs). Aturan PLP diatur agar kinerja siswa yang rendah memicu otomatis unlock modul remedial atau materi pengayaan. Ini memastikan kurikulum responsif terhadap kebutuhan belajar individual siswa secara real-time.Pelatihan ini menekankan bagaimana menggunakan tool LMS untuk menyampaikan kurikulum secara efektif, melacak progress siswa, dan mengelola komunikasi. Pelatihan yang sistematis ini menjamin adopsi LMS yang benar.
Mereka juga mengelola manajemen komunikasi multichannel, memastikan LMS berfungsi sebagai arsip utama. Meskipun feedback singkat mungkin dikirim via chat, semua instruksi formal dan feedback tugas dikirim melalui LMS atau Gmail. Protokol komunikasi yang terstruktur ini mencegah kebingungan dan menjaga profesionalisme.
Secara keseluruhan, lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan sangat penting untuk menjadikan LMS sebagai fondasi kurikulum digital yang efektif. Pekerjaan mereka menjamin LMS tidak hanya menjadi tool administratif, tetapi sistem pedagogis yang cerdas, memaksimalkan efisiensi dan mendukung Pencapaian Pendidikan Berkualitas (SDG 4).