Memahami Terminologi Kurikulum dari Perspektif Magister Teknologi Pendidikan yang Mendalam.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Pemahaman terminologi kurikulum dari perspektif Program Magister Teknologi Pendidikan melampaui definisi kamus, fokus pada implikasi sistematis dan teknologi penerapannya. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan melihat kurikulum sebagai sebuah sistem yang direkayasa, di mana setiap istilah memiliki fungsi operasional yang terukur. Pemahaman yang mendalam ini sangat penting untuk memimpin desain dan implementasi kurikulum digital yang efektif.
Istilah kunci pertama adalah Desain Instruksional (Instructional Design - ID), yang dipandang sebagai metodologi engineering untuk pendidikan. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan memahami ID sebagai proses sistematis untuk menerjemahkan tujuan abstrak menjadi materi ajar yang konkret. Model ID (seperti ADDIE) adalah kerangka kerja yang mereka gunakan untuk memandu setiap keputusan kurikulum. ID memastikan bahwa teknologi terintegrasi secara pedagogis, bukan secara acak.
Mereka memahami Tujuan Pembelajaran (Learning Outcomes - LOs) bukan hanya sebagai daftar harapan, tetapi sebagai kriteria kinerja yang spesifik dan terukur. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan memastikan LOs dirumuskan menggunakan taksonomi kognitif tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, dan kreasi. Mereka memastikan setiap LO dapat dinilai secara objektif menggunakan instrumen digital.
Fidelity Kurikulum adalah istilah penting yang dipandang sebagai ukuran kritis dari keberhasilan implementasi. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan memahami bahwa fidelity adalah sejauh mana guru mematuhi desain instruksional yang telah ditetapkan. Monitoring fidelity melalui log aktivitas guru sangat penting untuk memvalidasi temuan evaluasi. Low fidelity implementasi dapat membatalkan seluruh evaluasi kurikulum.
Jalur Belajar Personal (Personalized Learning Path - PLP) dipahami bukan sebagai opsi diferensiasi, melainkan sebagai sistem adaptif yang digerakkan oleh data. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan mengetahui bahwa Gemini AI sangat diperlukan untuk menghasilkan dan mengelola PLP secara real-time. PLP harus secara dinamis menyesuaikan konten berdasarkan skill gaps instan siswa. Konsep PLP ini mengubah pengajaran statis menjadi responsif.
Learning Analytics (LA) dipahami sebagai mesin feedback loop kurikulum, bukan hanya alat pelaporan. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan menggunakan LA untuk menganalisis metrik perilaku (waktu yang dihabiskan, tingkat penyelesaian) dan metrik kognitif siswa. Data LA menjadi bukti empiris yang memicu keputusan untuk merevisi atau mengadaptasi modul kurikulum. LA adalah fondasi untuk perbaikan berkelanjutan.
Asesmen Otentik dipahami sebagai pengukuran performance siswa dalam konteks digital yang realistis. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan merancang rubrik yang kompleks untuk mengukur skill aplikasi dan kreasi digital, bukan hanya ingatan faktual. Penilaian harus bersifat multidimensional, mencerminkan tantangan dunia nyata. Instrumen harus diuji validitas dan reliabilitasnya secara ketat.
Pemahaman Validitas Kurikulum menuntut lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan untuk secara ketat memverifikasi keselarasan antara tujuan, konten, dan asesmen. Mereka menggunakan model evaluasi seperti CIPP untuk menguji validitas di semua fase implementasi . Validitas adalah jaminan bahwa kurikulum secara ilmiah terbukti efektif dan relevan.
Kurikulum Tersembunyi (Hidden Curriculum - HC) dipahami sebagai norma-norma implisit yang diajarkan melalui platform digital dan kebijakan sekolah. Lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan menggunakan Gemini untuk melakukan analisis sentimen guna mengaudit HC. Tujuannya adalah memastikan bahwa nilai-nilai yang tersirat (misalnya, integritas data, rasa hormat) selaras dengan tujuan etika eksplisit kurikulum.
Secara keseluruhan, pemahaman terminologi yang mendalam oleh lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan memastikan kurikulum yang dihasilkan bersifat ilmiah, efisien, dan berpusat pada siswa. Perspektif sistematis ini adalah kunci untuk menciptakan EdTech yang efektif dan mendukung Pencapaian Pendidikan Berkualitas (SDG 4). Keahlian ini membuat lulusan menjadi pemimpin perubahan yang efektif.