Memahami Konsep Inti: ChatGPT Menjelaskan Topik Sulit dalam Berbagai Level Kelas.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 16 Nopember 2025 - ChatGPT unggul dalam menjelaskan topik sulit atau konsep inti yang kompleks dalam berbagai level kelas, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dengan menyesuaikan kedalaman dan bahasa yang digunakan. AI dapat memecah jargon ilmiah, filosofis, atau teknis menjadi penjelasan yang mudah dicerna, menggunakan analogi yang relevan dengan usia pelajar. Kemampuan untuk menyediakan dukungan konseptual yang disesuaikan ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, memastikan pemahaman yang mendalam untuk setiap siswa.
Kemampuan diferensiasi ini memungkinkan guru untuk menyediakan materi yang identik secara konseptual tetapi disajikan dalam format yang berbeda-beda. Siswa yang kesulitan dengan materi dapat menerima penjelasan yang disederhanakan dan berulang, sementara siswa yang lebih mahir dapat mengakses penjelasan yang lebih kaya secara detail. Penyesuaian materi ini adalah kunci untuk mencapai SDG 4.5, yang menjamin akses setara ke pendidikan inklusif yang mengakomodasi kecepatan belajar yang berbeda.
ChatGPT dapat menjelaskan konsep inti melalui lensa isu-isu pembangunan berkelanjutan (SDGs). Misalnya, menjelaskan prinsip-prinsip ekonomi (konsep sulit) dengan menggunakan contoh-contoh yang berkaitan dengan pendanaan mikro untuk perempuan (SDG 5) atau investasi pada infrastruktur tahan iklim (SDG 13). Integrasi tematik ini memperkaya pemahaman konsep dan memperkuat komitmen SDG 4.7.
Penyediaan penjelasan instan tentang konsep sulit membantu mengatasi kesenjangan pengetahuan yang muncul karena ketidakhadiran atau kurangnya sumber daya tutor spesialis. Siswa di daerah terpencil kini memiliki akses ke tutor virtual yang dapat menjelaskan kalkulus atau fisika kuantum sesuai permintaan. Pemerataan akses terhadap keahlian ini secara langsung mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Dengan menggunakan AI untuk menjelaskan konsep sulit, guru dapat mengalokasikan waktu kelas tatap muka untuk kegiatan yang menuntut penerapan dan pemecahan masalah, seperti lab praktikum atau diskusi filosofis. Pengurangan waktu yang dihabiskan untuk penjelasan dasar meningkatkan efisiensi pengajaran guru, sejalan dengan SDG 4c.
AI dapat memfasilitasi pemahaman lintas disiplin. Siswa yang mempelajari hubungan antara biologi dan hukum (konsep inti sulit) dapat meminta ChatGPT menjelaskan bagaimana perubahan iklim memengaruhi hukum konservasi sumber daya alam (SDG 15), membantu mereka membuat koneksi interdisipliner yang kompleks.
Kemampuan AI untuk menjelaskan konsep berulang kali tanpa rasa lelah atau penilaian menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi siswa untuk mengakui kesulitan mereka. Lingkungan bebas tekanan ini mendorong siswa untuk sering mencari bantuan, yang sangat penting untuk penguasaan konsep.
Penggunaan AI untuk menjelaskan konsep Deep Learning itu sendiri (konsep sulit) merupakan langkah penting dalam meningkatkan literasi digital. Siswa dapat meminta AI menjelaskan backpropagation atau transformer architecture dengan analogi sederhana, mendukung literasi teknologi yang dicanangkan oleh SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Meskipun AI memberikan penjelasan, guru harus menekankan perlunya verifikasi dan pemikiran kritis. Siswa harus dilatih untuk menganalisis akurasi dan bias dalam penjelasan AI. Pengajaran etika dan akuntabilitas informasi ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Pada akhirnya, penggunaan ChatGPT untuk menjelaskan konsep inti adalah alat pemberdayaan yang mendemokratisasikan pemahaman akademik. Dengan memastikan bahwa tidak ada konsep yang terlalu sulit atau terlalu mahal untuk dijelaskan, teknologi ini menciptakan fondasi yang kuat bagi semua siswa untuk maju, yang merupakan kunci bagi keberhasilan implementasi semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).