Masa Depan Ujian: Studi Kasus Pembuatan Soal dan Pengawasan Ujian dengan Bantuan Gemini.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 9 Nopember 2025 - Memahami masa depan ujian akademik memerlukan analisis mendalam tentang bagaimana teknologi AI, khususnya Gemini, dapat mengubah proses pembuatan soal dan pengawasan ujian. Gemini menawarkan kapabilitas unik untuk menciptakan soal yang kompleks dan terpersonalisasi, sekaligus membantu merancang protokol pengawasan yang adaptif. Evolusi ini bertujuan untuk memastikan ujian tidak hanya mengukur ingatan, tetapi juga kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan aplikasi pengetahuan.
Pembuatan Soal Ujian yang Kompleks dan Aplikasi (Gemini)
Gemini merevolusi pembuatan soal dengan menghasilkan pertanyaan yang berfokus pada aplikasi, sintesis, dan evaluasi, bukan sekadar ingatan faktual. Guru dapat mengunggah dataset atau skenario real-world dan meminta Gemini membuat soal yang menantang siswa untuk menganalisis dan mengambil keputusan berdasarkan data tersebut. Kemampuan output multimodalnya memungkinkan integrasi grafik dan tabel langsung ke dalam soal.
Guru dapat menggunakan Gemini untuk membuat berbagai set soal yang ekuivalen dengan cepat, yang sangat penting untuk mengurangi risiko kecurangan. Setiap siswa dapat menerima soal dengan urutan atau data yang berbeda, tetapi tingkat kesulitannya tetap sama. Gemini menjamin paritas kesulitan antar set soal.
Gemini dapat menghasilkan soal yang menguji keterampilan kolaborasi dengan AI, di mana siswa harus menggunakan tool AI mereka sendiri untuk menyelesaikan bagian dari ujian. Soal ini mengukur literasi AI dan kemampuan siswa untuk berinteraksi cerdas dengan teknologi.
Protokol Pengawasan Ujian Adaptif (Gemini)
Masa depan pengawasan ujian akan memanfaatkan Gemini untuk menganalisis pola perilaku siswa yang mencurigakan selama ujian online. AI dapat memproses log aktivitas browser, gerakan kursor, atau rekaman webcam (dengan izin etis) untuk menandai anomali. Flagging perilaku ini jauh lebih efisien daripada pengawasan manual.
Gemini dapat membantu menganalisis respon ujian siswa secara keseluruhan untuk mendeteksi plagiarisme AI. AI membandingkan pola linguistik jawaban siswa dengan output tipikal yang dihasilkan oleh tool AI generatif, memberikan skor risiko cheating. Insight ini membantu guru mengidentifikasi output yang berpotensi curang.
Protokol pengawasan harus bersifat adaptif: Gemini dapat menyesuaikan level alert pengawasan berdasarkan tingkat prior pelanggaran akademik siswa. Siswa yang memiliki riwayat kecurangan mungkin diawasi dengan protokol yang lebih ketat.
Umpan Balik dan Analisis Pasca-Ujian
Setelah ujian, Gemini segera menganalisis jawaban siswa untuk mengidentifikasi celah pengetahuan kolektif dan item soal yang paling sulit. Analisis ini membantu guru memfokuskan sesi review berikutnya hanya pada konsep yang paling banyak gagal dipahami. Feedback loop pasca-ujian menjadi instan.
Gemini dapat membuat laporan diagnostik individual yang dikirimkan kepada siswa (melalui Gmail) segera setelah ujian. Laporan ini menunjukkan kekuatan dan kelemahan siswa pada setiap topik yang diuji, serta rekomendasi modul remedial yang ditargetkan. Feedback ujian menjadi alat pembelajaran yang proaktif.
Gemini juga dapat membuat analisis kualitas soal, menilai validitas dan reliabilitas setiap butir soal berdasarkan response rate siswa. Analisis ini membantu guru menyempurnakan bank soal mereka untuk ujian berikutnya.
Etika dan Keseimbangan Peran Manusia
Etika penggunaan Gemini dalam pengawasan ujian menuntut transparansi penuh kepada siswa tentang tool apa yang digunakan dan data apa yang dikumpulkan. Siswa harus memahami bahwa pengawasan bertujuan untuk menjaga keadilan, bukan untuk menghukum.
Meskipun Gemini memberikan flag perilaku mencurigakan, keputusan akhir tentang integritas akademik harus tetap dibuat oleh guru manusia. AI berfungsi sebagai tool deteksi, bukan sebagai hakim yang mutlak. Peran manusia menjamin keadilan.
Masa depan ujian yang didukung Gemini AI adalah ujian yang lebih cerdas, lebih aman, dan lebih relevan. Gemini mengubah ujian dari pengukuran ingatan menjadi evaluasi keterampilan kritis, sambil memastikan prosesnya adil dan efisien.