Magister Teknologi Pendidikan sebagai Konsultan UNESCO: Peran Lulusan dalam Membantu Program Teknologi Pendidikan Global.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan berperan sebagai konsultan yang sangat dibutuhkan oleh organisasi global seperti UNESCO, membantu dalam merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program Teknologi Pendidikan (EdTech) skala internasional. Mereka menjadi penerjemah utama yang menjembatani riset AI yang kompleks dengan kebijakan pendidikan yang dapat dilaksanakan di lapangan. Peran ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas di tingkat global.
Mereka menyusun strategi ekuitas dan akses digital untuk populasi yang terpinggirkan (misalnya, pengungsi, komunitas pedesaan) di berbagai negara. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan merancang solusi EdTech yang bersifat low-bandwidth, terjangkau, dan mobile-friendly untuk memastikan pendidikan menjangkau semua orang. Hal ini secara langsung mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Peran mereka sangat penting dalam pengembangan kerangka etika AI global. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan membantu UNESCO merumuskan standar internasional untuk tata kelola data, mitigasi bias algoritmik, dan transparansi teknologi, menjaga digital rights siswa di seluruh dunia. Penguatan tata kelola ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Konsultan Magister Teknologi Pendidikan merancang program peningkatan kapasitas guru yang dapat diskalakan dan mudah diadaptasi oleh berbagai Kementerian Pendidikan. Program pelatihan ini fokus pada literasi AI, blended learning, dan manajemen data. Peningkatan kompetensi guru secara global ini sejalan dengan tujuan SDG 4c.
Mereka menyediakan keahlian teknis untuk merancang infrastruktur digital yang tangguh, termasuk model adopsi cloud yang aman dan arsitektur jaringan yang diperlukan untuk EdTech yang berkelanjutan di konteks geografis yang beragam. Penguatan infrastruktur ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Tugas mereka mencakup integrasi Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke dalam standar kurikulum global. Lulusan memastikan bahwa alat EdTech yang direkomendasikan secara eksplisit mendukung pengajaran kewarganegaraan global dan pemecahan masalah yang berpusat pada SDGs. Relevansi ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan mengevaluasi keberlanjutan ekonomi dan efektivitas biaya solusi EdTech, merekomendasikan model pendanaan yang memaksimalkan Return on Investment (ROI) sosial dan finansial bagi negara-negara penerima. Analisis ekonomi ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Mereka memfasilitasi kemitraan multi-pemangku kepentingan yang kompleks. Lulusan membantu menyatukan pemerintah, organisasi non-pemerintah (NGO), dan perusahaan teknologi untuk memobilisasi pendanaan dan sumber daya yang diperlukan untuk proyek EdTech skala besar. Kolaborasi ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Peran konsultan ini memastikan bahwa data yang digunakan untuk memantau kemajuan EdTech global adalah valid dan sebanding. Mereka membantu mengembangkan metrik yang tepat untuk mengukur dampak teknologi pada hasil belajar lintas batas.
Pada akhirnya, lulusan Magister Teknologi Pendidikan bertindak sebagai penjamin humanis yang memastikan bahwa inovasi teknologi yang diadopsi di tingkat global adalah etis, inklusif, dan secara aktif melayani kebutuhan kelompok rentan (SDG 4.5) dalam pendidikan.