Magister Teknologi Pendidikan Mendukung Pendidikan Jarak Jauh: Merancang dan Mengelola Program Online Learning Skala Besar.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memegang peran penting dalam memimpin perancangan dan pengelolaan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan online learning berskala besar. Mereka memastikan bahwa program-program Massive Open Online Courses (MOOCs) atau universitas virtual memiliki kualitas instruksional yang tinggi dan dapat menjangkau basis pelajar yang luas. Keahlian dalam desain instruksional skala besar ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Mereka merancang arsitektur teknis dan logistik PJJ. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan mengelola integrasi cloud services, mengoptimalkan bandwidth melalui proxy, dan memastikan keamanan platform untuk pengiriman konten yang andal kepada jutaan pengguna. Manajemen infrastruktur ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Fokus utama mereka adalah ekuitas dan aksesibilitas. Mereka merancang program DL dengan opsi low-bandwidth, kompatibilitas mobile, dan akses sumber daya offline untuk menjangkau siswa di daerah terpencil atau dengan infrastruktur internet yang tidak stabil. Strategi inklusif ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan merancang dan melaksanakan program pelatihan untuk fasilitator dan guru online, membekali mereka dengan keterampilan pedagogi digital, manajemen kelas virtual, dan penggunaan alat AI untuk meningkatkan engagement siswa. Peningkatan kapasitas guru ini sejalan dengan tujuan SDG 4c.
Mereka memastikan tata kelola etika dan integritas akademik dalam lingkungan virtual. Ini termasuk merumuskan kebijakan proctoring online, mengelola kerahasiaan data siswa, dan menetapkan protokol anti-plagiarisme yang ketat. Tata kelola yang bertanggung jawab ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Lulusan mengintegrasikan AI dan Learning Analytics untuk memantau kinerja dan keterlibatan siswa DL. Mereka menggunakan data prediktif untuk mengidentifikasi siswa yang berisiko drop-out dan merumuskan intervensi yang proaktif dan ditargetkan.
Program PJJ yang dirancang oleh lulusan Magister Teknologi Pendidikan harus relevan secara global. Mereka mengintegrasikan case study dan data real-time terkait Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) (misalnya, simulasi kebijakan kesehatan, SDG 4.7) ke dalam kurikulum online untuk meningkatkan kesadaran global.
Mereka mengembangkan model finansial yang berkelanjutan untuk program DL, termasuk opsi micro-credentialing dan model lisensi yang hemat biaya, yang menjamin keberlanjutan ekonomi program jangka panjang. Efisiensi ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Lulusan memfasilitasi kolaborasi internasional melalui platform EdTech yang aman, memungkinkan siswa PJJ berpartisipasi dalam proyek bersama dengan universitas asing, memperluas jejaring dan pertukaran pengetahuan. Kemitraan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pada akhirnya, lulusan Magister Teknologi Pendidikan adalah kunci untuk membangun resiliensi institusional, membuktikan bahwa sistem pendidikan dapat dengan cepat beradaptasi terhadap gangguan (seperti pandemi) sambil mempertahankan kualitas tinggi dan melayani semua siswa secara adil, termasuk kelompok rentan. Hal ini mendukung SDG 4.5 (Inclusivity/Vulnerable Groups).