Magister Teknologi Pendidikan dan Tren Global
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memimpin riset komparatif, menganalisis dan membandingkan strategi Teknologi Pendidikan (EdTech) dan integrasi Artificial Intelligence (AI) yang berhasil dari negara-negara maju (misalnya, Estonia, Finlandia, Korea Selatan). Benchmarking ini sangat penting untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Hal ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Analisis Infrastruktur dan Tata Kelola
Riset komparatif harus mendalami model implementasi teknis, menganalisis bagaimana negara lain mengelola proxy server, arsitektur cloud, dan data pipeline untuk EdTech skala besar. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan menerjemahkan keberhasilan teknis ini menjadi kebutuhan infrastruktur lokal. Hal ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Mereka mempelajari kerangka tata kelola etika di yurisdiksi lain (misalnya, GDPR di Eropa) untuk merumuskan kebijakan yang kuat tentang privasi data, penggunaan AI yang transparan, dan mitigasi bias algoritmik di dalam negeri. Kepemimpinan etika ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Ekuitas dan Kapasitas Manusia
Riset fokus pada model untuk mengatasi kesenjangan digital. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan menyelidiki bagaimana negara lain berhasil menyediakan akses EdTech yang terjangkau dan low-bandwidth untuk populasi pedesaan dan berpenghasilan rendah, mengadaptasi solusi yang berhasil untuk mencapai ekuitas. Hal ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Mereka menganalisis program pengembangan profesional guru (PD) dari negara-negara dengan adopsi AI yang sukses. Riset mengidentifikasi strategi upskilling yang paling efektif dan dapat diskalakan untuk meningkatkan literasi AI dan pedagogi guru di seluruh negeri. Peningkatan kapasitas guru ini sejalan dengan tujuan SDG 4c.
Relevansi Kurikulum dan Dampak Holistik
Riset komparatif menilai bagaimana negara-negara terkemuka mengintegrasikan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan global citizenship ke dalam kurikulum digital mereka, mencari model yang menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang tantangan global. Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Mereka mempelajari bagaimana sistem EdTech di negara lain dirancang untuk mendukung kesejahteraan dan kesehatan mental siswa dan guru, misalnya, melalui alat check-in AI yang mendeteksi stres atau kebijakan manajemen well-being. Hal ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being).
Kemitraan dan Keahlian
Benchmarking menilai keterkaitan EdTech dengan kebutuhan pasar kerja. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan membandingkan bagaimana negara lain menggunakan EdTech untuk memvalidasi keterampilan yang diminati industri, memastikan kurikulum lokal relevan dengan ekonomi global. Hal ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan menggunakan riset ini untuk memperkuat kemitraan internasional. Mereka mengidentifikasi peluang untuk kolaborasi riset bersama atau adopsi standar teknologi global (misalnya, OER) yang terbukti sukses. Kolaborasi ini mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Pada akhirnya, peran Magister Teknologi Pendidikan adalah memastikan bahwa transformasi pendidikan nasional didorong oleh bukti terbaik dunia, menciptakan sistem yang adaptif, beretika, dan inklusif. Hal ini mendukung SDG 4.5 (Inklusivitas/Vulnerable Groups).