Magister Teknologi Pendidikan dan Progresivisme: Mendorong Pembelajaran Berbasis Pengalaman dan Pemecahan Masalah di Platform Digital.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 23 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan menerapkan filosofi Progresivisme, sebuah pendekatan pedagogis yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman, minat siswa, dan pemecahan masalah (PBL) di platform digital. Desain EdTech diarahkan untuk menciptakan lingkungan learning by doing yang dinamis. Filosofi ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Progresivisme menuntut agar pembelajaran melampaui kelas fisik. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan mengintegrasikan simulasi VR (Virtual Reality), digital labs, dan fieldwork berbasis data online untuk menciptakan pengalaman yang otentik dan berisiko rendah. Hal ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Filosofi ini memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mempersonalisasi tantangan berdasarkan minat siswa, menjaga relevansi dan motivasi. AI menyesuaikan scaffolding dan urutan modul untuk memastikan siswa selalu berada di ambang kesulitan yang mendorong kemajuan.
Pemecahan masalah sosial adalah inti dari Progresivisme. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan merancang proyek-proyek yang menantang siswa untuk menggunakan data dan EdTech untuk mengusulkan solusi bagi masalah real-world terkait Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti krisis sumber daya lokal. Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Desain instruksional harus mendukung ekuitas dalam pengalaman. Teknologi digital menyediakan akses universal ke laboratorium dan expertise virtual yang mahal, memastikan bahwa siswa di sekolah beranggaran rendah memiliki kesempatan yang sama untuk belajar melalui pengalaman. Hal ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Peran guru (SDG 4c) bergeser menjadi mentor proyek, pemandu sumber daya, dan fasilitator etika. Guru memanfaatkan otomatisasi AI untuk tugas rutin, membebaskan mereka untuk fokus pada bimbingan kompleks dan debriefing pasca-pengalaman.
Penilaian berfokus pada kinerja dan aplikasi. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan merancang rubrik yang menilai keterampilan proses, kolaborasi, dan solusi yang dihasilkan, bukan kemampuan menghafal. Hal ini memvalidasi keterampilan yang dibutuhkan angkatan kerja. Hal ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Proyek pengalaman harus menanamkan tanggung jawab etika (SDG 16). Siswa menggunakan teknologi untuk memodelkan dampak keputusan mereka (misalnya, membandingkan efisiensi energi dua solusi) dan mendebat konsekuensi moral dari solusi tersebut.
Progresivisme dan EdTech harus memprioritaskan kesejahteraan siswa. Pembelajaran yang menarik dan hands-on ini mengurangi stres akademik yang terkait dengan metode pasif. Hal ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being).
Pada akhirnya, lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa pendidikan berbasis pengalaman yang dirancang adalah berkelanjutan, kolaboratif (SDG 17), dan menghasilkan lulusan yang adaptif, siap memimpin perubahan sosial dan profesional di masa depan.