Magister Teknologi Pendidikan dan Open Educational Practices (OEP): Mendorong Berbagi Sumber Daya Pembelajaran Digital Secara Terbuka.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memimpin inisiatif Open Educational Practices (OEP), yang berfokus pada perancangan, implementasi, dan kurasi Sumber Daya Pendidikan Terbuka (Open Educational Resources atau OER). Peran mereka adalah memastikan bahwa konten digital berkualitas tinggi tersedia secara bebas di bawah lisensi terbuka, mempromosikan akses tanpa batas. Advokasi terhadap keterbukaan ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
OEP yang dipimpin oleh lulusan Magister Teknologi Pendidikan sangat vital untuk mengatasi biaya tinggi materi pendidikan. Dengan menggunakan dan memproduksi OER, institusi dapat mengurangi biaya lisensi textbook dan software secara signifikan, menjadikan pendidikan lebih terjangkau. Hal ini secara langsung mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memiliki keahlian dalam lisensi hukum dan etika yang mengatur OER, seperti lisensi Creative Commons. Mereka melatih guru dan staf akademik (SDG 4c) tentang cara yang benar untuk membuat, menggunakan, dan memodifikasi OER sesuai dengan persyaratan lisensi, memastikan kepatuhan hukum.
Mereka memimpin kurasi dan penilaian kualitas OER yang ketat. Lulusan menggunakan kriteria berbasis bukti untuk memvalidasi bahwa sumber daya terbuka yang dipertukarkan memenuhi standar pedagogis, teknis, dan etika institusi, termasuk dalam hal akurasi konten.
Repositori digital dan infrastruktur berbagi OER dirancang dan dikelola oleh lulusan Magister Teknologi Pendidikan. Mereka memastikan platform ini kompatibel dengan Learning Management System (LMS) dan dapat diakses dengan mudah oleh semua pemangku kepentingan. Hal ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
OEP mendorong guru untuk berinovasi dan mengadaptasi kurikulum secara cepat, memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk memodifikasi OER agar sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa yang beragam. Adaptasi yang cepat ini merupakan komponen kunci dari praktik inklusif (SDG 4.5).
Kolaborasi OEP melampaui batas-batas institusi. Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memfasilitasi kemitraan dan jejaring global untuk berbagi OER yang relevan dengan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), memungkinkan guru mengakses materi pelajaran tentang isu-isu global yang terkini. Kemitraan berbagi pengetahuan ini mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals).
OER secara inheren mendukung pengembangan profesional dan agensi guru. Dengan hak untuk merevisi dan menggabungkan kembali materi, guru menjadi co-creator kurikulum, yang meningkatkan kepuasan dan otonomi profesional mereka.
Penerapan OEP yang efektif membantu institusi mengoptimalkan anggaran yang biasanya dialokasikan untuk materi berhak cipta. Penghematan biaya ini memungkinkan investasi kembali pada infrastruktur digital dan pengembangan guru. Efisiensi finansial ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Pada akhirnya, peran lulusan Magister Teknologi Pendidikan adalah menumbuhkan budaya keterbukaan dan kolaborasi yang etis dan berkelanjutan di lingkungan akademik, memastikan bahwa pengetahuan adalah milik bersama yang dapat diakses oleh semua untuk memecahkan tantangan global.