Magister Teknologi Pendidikan dan Microlearning: Merancang Unit Pembelajaran Singkat yang Ideal untuk Lingkungan Digital.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Program Magister Teknologi Pendidikan melatih lulusan untuk merancang microlearning—unit pembelajaran singkat, fokus, dan mandiri—yang ideal untuk konsumsi digital dan melawan rentang perhatian yang pendek. Desain microlearning bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi pembelajaran per unit waktu. Keahlian dalam desain konten terfokus ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan menerapkan Teori Beban Kognitif untuk merancang micro-unit (berdurasi 5-10 menit) yang sangat spesifik. Mereka memastikan konten disaring secara ketat untuk menghindari informasi yang tidak relevan, mengoptimalkan pemrosesan informasi di perangkat mobile.
Microlearning yang dirancang dengan baik mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) untuk pengurutan dan diagnosis adaptif. AI menentukan unit mana yang harus dikonsumsi siswa selanjutnya berdasarkan kinerja real-time mereka. Inovasi adaptif ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Model microlearning sangat mendukung ekuitas akses karena unit konten yang ringan dapat diunduh atau diakses dengan koneksi low-bandwidth dan perangkat mobile dasar, menjangkau pelajar di daerah terpencil. Akses yang terjangkau ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Microlearning sangat efektif untuk pembelajaran seumur hidup dan reskilling. Profesional yang sibuk dapat dengan cepat memperoleh kompetensi khusus tanpa harus berkomitmen pada kursus yang panjang. Model ini mendukung fleksibilitas kerja, sejalan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Guru diberdayakan (SDG 4c) karena mereka dapat dengan cepat membuat, mengkurasi, atau merekomendasikan unit microlearning yang ditargetkan sebagai suplemen atau remedial, alih-alih harus membuat modul yang besar.
Desain micro-unit harus menjamin aksesibilitas dan inklusivitas (SDG 4.5). Konten harus menggunakan bahasa yang jelas, transkrip video, dan format multimedia yang ringkas untuk mendukung siswa dengan kesulitan belajar atau keterbatasan waktu.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa unit microlearning dapat diperbarui secara instan dengan informasi terkini terkait Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Misalnya, micro-kuis tentang kebijakan terbaru terkait air (SDG 4.7).
Penggunaan proxy dan sistem keamanan harus menjamin integritas dan etika konten. Microlearning harus dicegah agar tidak menjadi alat untuk penyebaran informasi yang menyesatkan. Hal ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Pada akhirnya, peran Magister Teknologi Pendidikan adalah menciptakan konten pembelajaran yang berkelanjutan, modular, dan dapat diskalakan untuk kemitraan global. Microlearning adalah format yang ideal untuk berbagi pengetahuan secara cepat antar institusi. Hal ini mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals).