Magister Teknologi Pendidikan dan Learning Analytics: Mengubah Data Siswa Menjadi Keputusan Strategis Pendidikan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Program Magister Teknologi Pendidikan melatih lulusan untuk menjadi pemimpin dalam Learning Analytics (LA), mengubah data mentah siswa (skor, frekuensi login, log proxy) menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk keputusan strategis dan peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Kepemimpinan berbasis data ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan bertanggung jawab merancang infrastruktur data yang kompleks, memastikan pengumpulan dan integrasi data yang aman dari berbagai platform EdTech, yang diperlukan untuk analitik skala besar. Keahlian ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Mereka membangun dan memvalidasi model prediktif AI untuk meramalkan risiko akademik dan drop-out siswa. Analitik prediktif ini memungkinkan institusi mengalokasikan sumber daya intervensi (seperti mentoring) secara proaktif dan adil. Penargetan sumber daya ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
LA memberdayakan guru (SDG 4c) dengan dasbor yang ringkas dan actionable, menunjukkan siswa mana yang membutuhkan perhatian manusia segera. Ini mengoptimalkan waktu guru, mengubah mereka menjadi mentor yang didukung data dan meningkatkan efisiensi pengajaran.
Validasi kurikulum adalah fungsi utama LA. Lulusan menggunakan data AI untuk secara ilmiah mengukur efektivitas metode pengajaran baru atau tool EdTech tertentu terhadap hasil belajar, memastikan investasi pedagogis didasarkan pada bukti.
LA memastikan tata kelola etika dan privasi data yang ketat. Lulusan merumuskan kebijakan yang menjamin data dianonimkan (PII protection) dan hanya digunakan untuk tujuan penelitian dan peningkatan kualitas, menjunjung tinggi kepercayaan institusional. Hal ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Analitik digunakan untuk mengukur efisiensi ekonomi operasional. AI membantu mengidentifikasi pemborosan sumber daya (misalnya, kursus remedial yang tidak efektif) dan menginformasikan keputusan pengadaan yang mengoptimalkan ROI (Return on Investment). Efisiensi ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
LA mengukur keterlibatan siswa terhadap isu global. Data dapat digunakan untuk menilai seberapa efektif kurikulum yang berfokus pada Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) berhasil mendorong eksplorasi riset dan pemecahan masalah. Pengarahan kurikulum ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Melalui riset LA, institusi dapat membandingkan kinerja mereka dengan standar global dan berkolaborasi dengan mitra internasional untuk berbagi metodologi analitik. Kolaborasi ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Pada akhirnya, lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa LA menciptakan lingkaran peningkatan berkelanjutan yang adaptif dan berpusat pada siswa, menjamin sistem pendidikan melayani semua siswa secara efektif dan etis, termasuk kelompok rentan. Hal ini mendukung SDG 4.5 (Inclusivity/Vulnerable Groups).