Magister Teknologi Pendidikan dan Kurikulum Micro-Credentialing: Merancang Unit Pembelajaran Singkat Berbasis Keterampilan.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 27 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memimpin perancangan Kurikulum Micro-credentialing, sebuah kerangka kerja yang mentransformasi pendidikan menjadi unit-unit pembelajaran singkat yang terfokus pada penguasaan keterampilan spesifik yang dapat diverifikasi secara instan. Desain modular ini membuat pendidikan menjadi lebih lincah dan relevan dengan tuntutan industri. Peran ini secara fundamental mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Kurikulum Micro-credential (MC) berfokus pada mastery-based learning (SDG 4). Lulusan Magister Teknologi Pendidikan merancang setiap unit untuk mengukur penguasaan kompetensi tunggal secara mendalam, memastikan kualitas hasil yang teruji melalui assessment berbasis kinerja.
Desain MC secara ketat diselaraskan dengan kebutuhan pasar (SDG 9). Lulusan Magister Teknologi Pendidikan melakukan analisis untuk memastikan unit yang ditawarkan relevan dengan skill gaps yang muncul (misalnya, prompt engineering, cybersecurity dasar), mendorong inovasi yang dapat dipasarkan.
Integrasi teknologi Blockchain (DLT) sangat penting. Kurikulum MC dirancang untuk memanfaatkan DLT guna memberikan verifikasi sertifikat yang aman dan imutabel, menjadikan MC lebih terpercaya daripada sertifikat tradisional. Hal ini mendukung SDG 16: Peace, Justice, Strong Institutions.
MC meningkatkan ekuitas akses (SDG 10). Karena formatnya yang singkat dan berbiaya rendah, MC memberikan jalur pelatihan bernilai tinggi kepada individu yang tidak mampu mengejar gelar penuh, termasuk pekerja yang perlu reskilling atau individu di wilayah terpencil.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan melatih pendidik (SDG 4c) untuk mengimplementasikan dan menilai unit MC, yang memerlukan pergeseran dari pengajaran kursus panjang ke fasilitasi micro-competency dan penilaian yang terperinci.
Desain kurikulum MC harus memasukkan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Unit harus mencakup kompetensi spesialis seperti sustainable supply chain auditing atau etika AI, yang secara langsung memperkuat komitmen SDG 4.7.
Desain MC memastikan portabilitas dan interoperabilitas (SDG 17). Lulusan Magister Teknologi Pendidikan menggunakan standar metadata global untuk menjamin MC dapat dipertukarkan dan diakui oleh sistem EdTech, universitas, dan pemberi kerja di berbagai negara.
Prinsip desain inklusif (UDL) diterapkan pada MC. Unit harus dapat diakses melalui mobile device dan low-bandwidth, menjamin bahwa MC melayani semua pelajar, termasuk kelompok rentan (SDG 4.5).
Pada akhirnya, peran lulusan Magister Teknologi Pendidikan adalah menciptakan kerangka kerja kurikulum yang fleksibel, berbasis bukti, dan berkelanjutan, mengubah pendidikan menjadi proses pembelajaran seumur hidup yang gesit dan responsif terhadap kebutuhan sosial.