Magister Teknologi Pendidikan dan Gamification Cerdas: Merancang Pengalaman Belajar Berbasis Game yang Didukung AI.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan memimpin perancangan Gamification Cerdas, di mana Artificial Intelligence (AI) digunakan untuk menyesuaikan mekanika permainan (game mechanics), tingkat kesulitan, dan feedback secara dinamis, memastikan pengalaman belajar berbasis game (GBL) memiliki dampak pedagogis yang maksimal. Desain yang meningkatkan motivasi dan efektivitas belajar ini secara fundamental mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
AI berperan sebagai "Game Master" adaptif, menganalisis kinerja real-time siswa dalam permainan untuk mengubah skenario, tantangan, atau memberikan hint yang dipersonalisasi. Inovasi adaptif ini memastikan siswa selalu berada di ambang zona perkembangan proksimal mereka, menjaga ketekunan dan engagement.
Gamifikasi yang didorong AI secara signifikan meningkatkan motivasi intrinsik dan keterlibatan, mengubah tugas yang membosankan menjadi tantangan yang menarik. Peningkatan engagement psikologis ini berkontribusi pada pengurangan stres akademik. Hal ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being.
Desain harus fokus pada ekuitas dalam kompetisi, memastikan bahwa mekanisme reward (poin, leaderboard) menghargai peningkatan personal dan kolaborasi, bukan hanya pencapaian murni. AI harus mencegah game menjadi alat yang mempermalukan siswa yang kesulitan. Pendekatan yang adil ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Lulusan Magister Teknologi Pendidikan merancang narasi game yang berpusat pada tantangan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Misalnya, simulasi yang mengharuskan pemain mengelola ekosistem yang rapuh atau mengatasi krisis air (SDG 4.7). Integrasi kurikulum ini memperkuat komitmen terhadap isu global.
Gamifikasi menciptakan lingkungan zero-risk untuk melatih keterampilan profesional seperti manajemen proyek, pengambilan keputusan berisiko, dan negosiasi. Keterampilan yang divalidasi dalam simulasi game ini sangat penting untuk kesiapan kerja. Hal ini mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.
Peran guru (SDG 4c) berubah menjadi "Quest Giver" dan fasilitator debriefing. AI mengotomatisasi skor dan aturan game, membebaskan guru untuk fokus pada analisis data perilaku siswa dan membimbing diskusi etika setelah simulasi selesai.
Desain game yang didukung AI adalah inovasi infrastruktur yang canggih. AI bertanggung jawab untuk menganalisis log game yang masif (data pergerakan, keputusan, pola cheating) untuk perbaikan berkelanjutan. Inovasi teknologi ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Aspek etika sangat penting: lulusan harus memastikan bahwa game yang dirancang menghindari bias tersembunyi dan melindungi data interaksi pemain, yang menjamin integritas pengalaman. Tata kelola yang bertanggung jawab ini mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Desain gamifikasi cerdas memfasilitasi kolaborasi global (SDG 17), di mana tim siswa dari berbagai negara dapat bekerja sama dalam simulasi yang kompleks. Model ini memaksimalkan keterlibatan dan mempersiapkan siswa untuk kerja tim lintas batas.