Magister Teknologi Pendidikan dan Data Ethics: Mengajarkan Pengelolaan Data Siswa Secara Bertanggung Jawab.
s2tp.fip.unesa.ac.id, 22 Nopember 2025 - Lulusan Magister Teknologi Pendidikan dilatih untuk menjadi pemimpin yang menjamin etika data dan kepatuhan hukum dalam pengelolaan data siswa (termasuk log proxy dan Learning Analytics). Mereka merancang kerangka kerja yang menjadikan perlindungan Informasi Identitas Pribadi (PII) sebagai prioritas operasional tertinggi. Kepemimpinan etika ini secara fundamental mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Tangguh.
Kurikulum Inti dan Pencegahan Risiko
Kurikulum Magister Teknologi Pendidikan menekankan kontrol teknis dan kebijakan untuk PII, termasuk enkripsi, anonimisasi data, dan pemahaman mendalam tentang regulasi privasi global (GDPR, CIPA). Lulusan memastikan teknologi (seperti proxy server) secara aktif memblokir kebocoran PII. Hal ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Lulusan diajarkan cara merancang dan melaksanakan audit bias algoritmik pada alat Artificial Intelligence (AI) yang menggunakan data siswa. Audit ini memastikan bahwa sistem prediktif atau adaptif tidak menghasilkan keputusan yang diskriminatif atau memperburuk kesenjangan. Penguatan keadilan ini mendukung SDG 10: Mengurangi Ketidaksetaraan.
Transparansi dan Kapasitas Manusia
Program melatih lulusan untuk mengembangkan kebijakan persetujuan yang transparan dan mudah dipahami, memastikan orang tua dan siswa memberikan izin yang diinformasikan tentang pengumpulan data, yang merupakan pilar penting dari SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Lulusan bertanggung jawab untuk melatih guru (SDG 4c) dalam etika data praktis, mengajarkan mereka cara menangani data sensitif secara aman, mengenali phishing, dan menghindari prompt AI yang tidak etis. Peningkatan kapasitas guru ini sangat penting.
Dampak Sosial dan Global
Kurikulum mengajarkan batas etika dalam penggunaan data untuk pemodelan kesejahteraan. Lulusan harus menyeimbangkan penggunaan data (misalnya, untuk memprediksi stres) dengan hak siswa atas ruang privat, memastikan teknologi mendukung kesehatan mental. Hal ini mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being).
Penelitian etika Magister Teknologi Pendidikan harus meninjau bagaimana data pembelajaran dapat digunakan untuk mempelajari dan mendukung isu-isu Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tanpa melanggar privasi, menjamin bahwa riset melayani tujuan sosial. Hal ini memperkuat komitmen SDG 4.7.
Tata kelola data global adalah kompetensi wajib. Lulusan harus mampu merumuskan protokol untuk berbagi data riset yang aman dengan mitra internasional (SDG 17), mematuhi standar privasi lintas batas.
Keberlanjutan dan Keterampilan
Keahlian dalam etika data dan kepatuhan EdTech adalah keterampilan profesional bernilai tinggi yang diminati industri, menjamin lulusan siap untuk peran kepemimpinan yang membutuhkan integritas. Hal ini mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).
Pada akhirnya, lulusan Magister Teknologi Pendidikan memastikan bahwa inovasi digital didorong oleh prinsip humanistik. Kebijakan etika ini menjamin bahwa setiap siswa, termasuk kelompok rentan (SDG 4.5), dapat berpartisipasi dalam transformasi digital dengan rasa aman dan percaya.